Satu-satunya Kabupaten di Jateng, Purbalingga Nominator Terpilih IGA 2012

Ditulis 07 Okt 2012 - 23:17 oleh Nanang BNC


PURBALINGGA (BNC) – Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu nominator terpilih peraih penghargaan Inovative Goverment Award (IGA) tahun 2012. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan 30 kabupaten se-Indonesia dan akan menerima penghargaan dari Mendagri Gamawan Fauzi.

Di Provinsi Jawa Tengah, Purbalingga menjadi satu-satunya kabupaten yang masuk nominator tersebut. Bupati Heru Sudjatmoko akan menghadiri acara penerimaan penghargaan tersebut yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta, Senin (8/10).

Heru Sudjatmoko mengemukakan, Kabupaten Purbalingga dinilai memiliki inovasi menonjol dalam empat kategori penilaian yakni bidang tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.  “Penghargaan IGA 2012 merupakan kerja keras semua komponen masyarakat Purbalingga. Setidaknya, dengan penghargaan ini, menunjukkan bahwa inovasi dan program Pemkab Purbalingga bersama seluruh jajaran diakui kualitas dan manfaatnya oleh pemerintah pusat, “ ujar Heru Sudjatmoko, Minggu (7/10).

Sementara itu Kasubag Analisis dan Kemitraan Media Bagian Humas Setda Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, Penghargaan IGA telah dilaksanakan oleh Kemendagri sejak tahun 2007 sebagai bentuk pelaksanaan pembinaan terhadap pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Pada tahun 2010, Purbalingga juga masuk nominator bersama 30 kabupaten lain se-Indonesia. Ketika itu, di Jateng ada lima kabupaten/kota yang masuk nominator, termasuk Purbalingga. Untuk tahun ini, Purbalingga merupakan satu-satunya di Jateng yang masuk nominasi tersebut,” kata Prayitno yang dihubungi, Minggu (7/10) sesaat sebelum bertolak ke Jakarta untuk menyertai Bupati dalam menerima penghargaan tersebut.

Menurut Prayitno, untuk menentukan nominator terpilih, beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri melakukan penelitian dan penilaian menggunakan tiga indikator, yang meliputi inisiatif program inovatif, replikasi program inovatif dan sumber pembiayaan program inovatif.  Purbalingga, ketika itu menyampaikan data soal inovasi manajemen perkotaan dengan fokus penataan Pedagang Kali Lima (PKL).  Keberadaan PKL tidak terlepas dari perkembangan masyarakat yang agraris yang cenderung tradisional menuju masyarakat industri.  Disisi lain, kegiatan ekonomi disektor informal seperti PKL ini perlu dibina dan dikendalikan sehingga kedepan tidak menjadi masalah sosial akan tetapi sebuah solusi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pemkab Purbalingga menyediakan tempat yang layak bagi para pelaku ekonomi informal termasuk PKL.

Saat ini, jelas Prayitno, ada sekitar 502 PKL yang dilokalisir di lima tempat masing-masing PKL Alun-alun, Gang Mayong, RSUD, PKL Goentoer Darjono Bertenda, PKL Goentoer Darjono Malam Minggu, dan PKL Bina Usaha di Jalan Suprapto. Penempatan lokasi tersebut tetap mempertimbangkan lokasi strategis di pusat keramaian dan menarik minat pengunjung.

“Untuk pemberdayaan PKL, Pemkab melalui Dinperindagkop memberikan fasilitasi pembiayaan dalam pengadaan tenda tempat berjualan dengan sistem kredit, fasilitasi modal melalui koperasi PKL dan mengusahakan CSR (corporate social responsibility) dari perbankan serta mengusahakan dengan pihak ketiga dalam pembuatan ornamen PKL khususnya di Gang Mayong,” kata Prayitno. (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response