Alumni Sekolah Pamong Praja Jangan Tergoda Harta, Tahta dan Wanita

Ditulis 17 Sep 2012 - 16:44 oleh Nanang BNC
PURBALINGGA (BNC):  Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi mengakui keseriusannya melangkah ke kompetisi wakil gubernur, dan dilakukan dengan sadar tanpa paksaan. Bahkan, Bupati meminta dukungan ikatan alumni KDC/APDN/IIP/STPDN dan IPDN se-Jateng.

“Apa salahnya saya mendaftarkan diri (menjadi Calon Wakil Gubernur)? Lha wong ketua PAC yang setingkat kecamatan itu saja berani, kenapa saya yang bupati tidak?” ujarnya guyon saat memberikan sambutan dalam Silaturahim Ikatan Alumni Pendidikan Pamong Praja se-kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Minggu (16/9).

Bahkan Bupati lulusan APDN ini meminta seluruh anggota Ikatan Alumni Pendidikan Pamong Praja se-Jateng mendukungnya. Hal ini dengan pertimbangan, jika meminta dukungan partai, banyak saingannya. Sementara Ikatan Alumni Pendidikan pamong Praja biasanya cukup solid dan memiliki potensi yang sangat baik.

“Di Purbalingga saja ada sekitar 135 alumni. Anggaplah setiap kabupaten / kota masing-masing ada 100, berarti se-Jateng setidaknya sudah ada 3.500 suara,” tuturnya ringan.

Bupati menambahkan, ada pepatah lama mengatakan “Jangan tergoda Harta, Tahta dan Wanita”. Tapi menurutnya, bukan suatu hal yang tabu lulusan Pendidikan Pamong Praja mengejar tahta baik itu jabatan karir maupun jabatan politis.

“Bukan hal yang tabu, asalkan dilakukan dengan cara yang baik dan dengan tujuan yang baik,” jelasnya.

Bupati juga menghimbau para PNS lulusan Pendidikan Pamong Praja harus memiliki nilai lebih dibandingkan PNS umumnya. Jika PNS secara umum berangkat kerja jam 7 kurang lima, maka lulusan Pendidikan Pamong Praja harus berangkat pukul tujuh kurang lima belas menit.

“Harus ada selisih, meskipun sedikit. Atasan kita pasti akan sangat terbantu, juga rekan-rekan kerja kita. Tidak akan sia-sia, jangan takut dibenci jika itu hal yang baik,” tandasnya.

Dalam silaturahim yang diikuti ratusan alumnus Pendidikan Pamong Praja beserta keluarganya ini, tampak para pejabat penting hadir, termasuk pensiunan pejabat penting yang pernah mengenyam pendidikan APDN. Selama ini para lulusan Pendidikan Pamong Praja hampir tidak ada yang pensiun tanpa memegang jabatan penting. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response