Penambangan Emas di Gumelar , Banyumas Terus Memakan Korban

Ditulis 06 Sep 2012 - 19:16 oleh Nanang BNC

 

BANYUMAS-(BNC): Tragedi tewasnya penambang emas di lokasi penambangan Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terus memakan korban. Ironisnya meski status penambangan ilegal dan kerap memakan korban, pihak terkait, khususnya Pemkab Banyumas tutup mata.

Menurut sejumlah warga, kecelakaan di penambangan emas Paningkaban Gumelar sebenarnya sudah puluhan kali. Selain tewas, juga korban luka dan cacat akibat kecelakaan tersebut. ” Kalau anda kesini anda tak mungkin mendapatkan informasi mengenai kasus kecelakaan disini. Karena semua orang disini akan tutup mata. Mereka menutup nutupi kasus kecelakaan, karenakhawatir terliput media,” ujar Wargo (53) warga Paningkaban.

Kecelakaan terakhir terjadi pada Senin (03/09) yang menimpa Warsono (34) warga Rt 06 Rw 08 Dusun Ratadawa Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar. Korban tewas tertimbun tanah galian yang hendak diangkat ke atas. Saat itu korban baru saja menyelesaikan galian dan memasukannya ke dalam karung. Saat karung di kerek ke atas, korban mengikuti naik. Tiba tiba karung pecah dan tanah tersebut menimpa korban hingga akhirnya korban terjatuh ke dalam lubang.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Ajibarang. Namun pihak rumah sakit setempat tak sanggup karena luka yang parah di bagian kepala dan leher belakang. Pria yang telah memiliki dua anak dan baru bekerja sebagai penamabnag selama sebulan ini dilarikan ke RSUD Margono Soekaryo Purwokerto. Namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir.

Menurut warga pada beberapa pekan sebelumnya seorang penambang bernama Narso (43) warga Dusun Karangalang Desa Paningkaban . ” Korban tidak tewas tertimbun, namun diduga karena kelelahan. Begitu naik ke atas merasa pusing pusing dan meninggal secara mendadak, ” ujar seorang warga setempat.

Beberapa waktu sebelumnya Sabtu 04 Desember Tahun 2011 Taryono (34) seorang penambang tewas di dalam lubang galian. Korban diduga mengihirup racun yang ada di lubang sedalam 25 meter tersebut.

Menurut keterangan sejumlah warga, lubang galian emas tersebut sudah dua pekan ditutup, karena pemilik sedang menggelar hajatan. Saat kegiatan penambangan akan dimulai lagi, seorang pekerja berusaha membersihkan air dan tanah yang ada di dalam lubang tersebut.

Namun tanpa diduga, tiba tiba korban pingsan dan tak sadarkan diri. Sejumlah warga berusaha menolong namun gagal karena korban keburu menghembuskan nafas terakhir. ” Kita tak sempat menolong, karena korban terlalu lama berada di dalam,” ujar Tim SAR Polres Banyumas dan Ubaloka yang megevakuasi korban.

Menurut sejumlah warga, penambangan emas di Desa Paningkaban dan Cihonje Kecamatan Gumelar memang rawan kecelakaan. Meski begitu warga tetap melakukan aktivitasnya. Sejumlah wasrga pernah melakukan aksi protes dengan penambangan tersebut,karena selain mengancam longsornya rumah warga, limbah penambangan juga mencemari sungai yang mengalir sepanjang sungai Desa Cihonje.

” Kita memang sudah berupaya ke semua pihak untuk mempertimbangkan kembali keberadaan penambangan tersebut. Namun hingga kini suara rakyat disini tak pernah di dengar oleh pihak pihak terkait seperti bupati, ESDM dan aparat kepolisian,” ujar Wargo

Ironisnya, meskipun sudah terjadi sejumlah insiden, pihak terkait seperti Pemkab atau ESDM khsusunya dan Polisi membiarkan penambangan liar tersebut terus berlangsung. Warga mencurigai, ada sesuatu dibalik keberadaan penambangan yang telah merusak lingkungan dan mengancam putusnya jalur utama Gumelar – Ajibarang tersebut (BNC/ani)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. siwan 21/07/2013 pukul 15:42 -

    sejauh yg sy liat gak separah itu, memang ada terjadi premanisme. tp hal itu terjadi di mana2 gak cuma di tempat kami. hanya saja perlu ada pengelolaan yg lebih baik. dari pemerintah dan aparat. sehingga tidak terjadi kisruh. kalo ngomongin korban kecelakaan gak di pungkiri. tapi kalo menurut sy cuma masalah keserakahan dan kesabaran manusianya aja. dan seharusnya ada di lakukan bimbingan cara kerja dan keamananya. karena di sana ada koperasi yg bertanggung jawab seharusnya ketua koperasi punya ide. yg pantas di salahkan adalah ketegasan pemerintah setempat dan koperasi yg mengatasnamakan ( koperasi pertambangan)

  2. Wong Paningkaban Guymelar 24/01/2013 pukul 01:26 -

    Nah kueh mati siji maning tanggal 22-01-2013, nama sudarwo, warga dusun karang alang paningkaban. Korban tewas tertimbun di penambangan emas paningkaban gumelar. Ya Allah kenapa desaku jadi tempat pembunuhan . Siamana mata hati aparat ESDM, polisi dan Dinas Lingkungan hidup. Apakah karena mereka dapet setoran yang gedhe sehingga rela membiarkan korban terus berjatuhan. Saya warga Desa Paningkaban tidak rela lingkungannya rusak dan dijadikan sebagai desa tumbal

  3. the blues 22/01/2013 pukul 21:30 -

    sejak dulu tidak ada tambang emaspun warga gumelar masih bisa hidup layak..hanya segelintir warga gumelar saja yang menikmati pertambangan ilegal itu…samasekali tidak memikirkan dampaknya pada lingkungan…dan aparat yang berwenang seolah takberdaya dan tak punya kekuatan untuk melakukan yang seharusnya dilakukan….kenapa ??????tentu karena duit

  4. bayu 17/12/2012 pukul 21:09 -

    kalu sendirinya di omong kaya gitu mau ta engga wartawan paling sukadi di sogok

  5. danramilanto 25/09/2012 pukul 09:54 -

    gak mungkin bisa ditutup, karena diduga aparat dapet setoran

  6. cikalong 24/09/2012 pukul 08:28 -

    mau d tutup banyak warga yang menggantungkan hidup dr tambang itu.mungkin solusinya aparat pemerintahan menyediakan lapangan pekerjaan.

  7. Hery 19/09/2012 pukul 08:00 -

    Sudah jadi rahasia umum, memang pertambangan emas di gumelar dibiarkan, hanya formalias saja ditempeli tulisa dilarang mengadakan kegiatan penambangan oleh pemda dalm hal realisasi pengawasan tidak ada sama sekali buktinya mereka ya menambang seperti biasa, Masalah korban mungkin awak media aja yg kurang info.Premanisme /tukang palak juga selalu berkeliaran diwilayah itu, bahkan ada info mereka membekali diri dengan soft gun. Penambang sendiri tdk bisa berbuat apa2 mereka gak bisa melawan mereka.
    TRUS KEPRIWE KIE PAK MARJOKO, PAK KAPOLREST dan Dinas terkait? Apa nunggu korbannya banyak dulu? Dan saya yakin para pengusaha penambang juga banyak yg larut dlm kemusrikan demi utk mendapatkan emas .AYO AWAK MEDIA BERANI GAK LIPUT SECARA DIAM2 DISANA TENTANG FENOMENA PENAMBANGAN EMAS DI GUMELAR, Dari masalah bahaya alam, ekonomi, mistis dsb.

  8. Wong Gumelar 13/09/2012 pukul 15:26 -

    Hal ini terjadi karena terjadi pembiaraan, karena adanya kong kalingkong antara Juragan Pemilik Lubang/Lahan/Pemodal dengan Oknum ESDM dan aparat keamanan. Sesuai UU Minerba No 4 Tahun 2009 seharusnya penamngan tersebut mengajukan Ijin Usaha Penambangan Rakyat. Sehingga dalam pengeleloaannya mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, memperhatikan lingkungan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Mohon semua pihak agar duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut, maturnuwun….

Leave A Response