’Jangan Kembali ke Sini Lagi, Cukup Sekali Saja’

PURBALINGGA, BNC – ”Jangan kembali ke sini lagi, cukup sekali saja. Kembalilah ke masyarakat dan bekerjalah yang halal,” ucap Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko saat menyerahkan keputusan remisi kepada salah satu nara pidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga, Jum’at (17/8). Narapidana itu salah satu dari 8 napi yang langsung bebas setelah mendapat remisi.

Kepala Rutan Purbalingga Herman Sawiran mengatakan, dari 40 narapidana penerima remisi dalam rangka HUT RI ke-67, sebanyak 32 napi mendapat remisi umum I dengan rincian remisi 1 bulan 18 orang, 2 bulan 13 dan remisi 3 bulan 1 orang. Sedang penerima remisi umum II sebanyak 8 orang yang terinci remisi 1 bulan 6 orang dan 2 bulan 2 orang.

”Remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 174 tahun 1999 tentang remisi. Dalam Kepres tersebut disebutkan narapidana dan anak pidan yang menjalani pidana penjara sementara dapat diberikan remisi apabila yang bersangkutan berkelakuan baik selama menjalani pidana dan memenuhi syarat-syarat lain yang di tentukan,” kata Herman.

Dibagian lain Herman mengatakan, Daya tampung Rutan Purbalingga sudah melebihi kapasitas. Dari kapasitas sebanyak 78 orang, namun saat ini diisi 177 penghuni. ”Jumlah blok yang ada sebanyak 4 buah yang terdiri blok wanita dan anak-anak masing-masing satu buah, dan dua buah blok untuk dewasa,” kata Herman.

Sementara itu Bupati Heru yang membacakan Sambutan Menteri Hukum dan HAM mengatakan, salah satu hak yang dimiliki oleh pelanggar hukum (narapidana) adalah mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (remisi). “Remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam pasal 14 ayat (1) undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, dimana setiap narapidana mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana,” katanya.

Dalam falsafah pemasyarakatan, pemberian remisi bagi narapidana adalah upaya untuk sesegera mungkin mengintegrasikan narapidana dalam kehidupan masyarakat secara sehat. Sehingga mereka dapat segera melanjutkan kehidupannya secara normal dan mampu mengemban tanggung jawab sebagai anak, orang tua maupun anggota masyarakat.

”Pemberian remisi juga sebagai upaya untuk mengindarkan dampak buruk pemenjaraan, karena diakui maupun tidak  pemenjaraan memberikan dampak buruk bagi setiap orang yang menerima,” katanya.

Pemberian remisi, lanjut Heru, jangan diartikan upaya memanjakan narapidana, namun harus dipahami dari sisi kemanusiaan pada dasarnya pemberian remisi merupakan wujud kepedulian untuk menjaga agar narapidana mampu menjadi manusia seutuhnya.

Di Banjarnegara

Sementara itu di Rutan Banjarnegara, napi penerima remisi HUT RI sebanyak 35 orang. Dari jumlah itu 30 diantaranya mendapat remisi umum I dan 5 orang mendapat remisi umum II sehingga langsung bebas. Penghuni Rutan Banjarnegara saat ini sebanyak 104 orang, 64 orang merupakan narapidana dan 40 orang merupakan tahanan. (BNC/tgr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.