Petani Kentang Dieng siap hadapi serangan bun upas

Ditulis 30 Jul 2009 - 09:33 oleh Banyumas1

Bun upas DiengBun upas, yang sering merusak tanaman kentang kini mulai dicemaskan petani kentang di wilayah dataran tinggi Dieng Banjarnegara . Untuk mencegah bun upas yang menyebabkan tanaman kentang mati akibat cuaca sangat dingin, mereka telah melakukan antisipasi.

Pada akhir Juli maupun awal Agustus biasanya suhu di Dieng sangat rendah, mampu mencapai minus dua derajat celcius pada dini hari. Kondisi ini menyebabkan turunnya embun yang disertai salju. Masyarakat setempat menamainya dengan embun upas. Embun ini akan menyebabkan air dalam batang tanaman dan daun turut membeku sehingga menyebabkan tanaman mati.

Untuk mengantisipasi bun upas merusak tanaman kentang, jelas dia, petani melakukan berbagau cara. Mulai memasang jaring/plastik maupun daun bambu pada lahan kentang sehingga air embun tidak langsung mengenai tanaman. Selain itu, petani juga melakukan penyiraman kentang dipagi hari. Penyiraman di pagi hari sebagai langkah agar tanaman tidak membeku, sementara pelindung dari jaring untuk menjaga suhu udara di areal perrtanian tidak anjlog.

Kades Pekasiran Batur yang juga Ketua kelompok tani Perkasa, Mudasir mengatakan,langkah lainnya yang ditempuh petani di wilayah itu dengan memanipulasi iklim mikro disekitar. Caranya dengan membakar daun kering atau gergaji kayu. Fungsinya untuk membuat awan buatan. Adanya awan tersebut akan membuat suhu udara diwilayah setempat tidak turun drastis.

“Bun upas merupakan momok petani kentang di Dieng karena setiap tahun turun. Karena itu kita harus cepat mengantisipasinya, ” ujar Mudasir.

Data Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Banjarnegara menyebutkan, pada tahun 2008 luasan tanaman kentang yang mati sekitar 14 hektar, sedangkan pada tahun 2007 mencapau 40 hektar. Ada dua desa yang menjadi langganan bun upas yakni Karengtengah dan Dieng Kulon (banyumasnews.com/bna)

Tentang Penulis

Leave A Response