Ny. Atingah, 10 Tahun Tulus Mengabdi untuk Karangbanjar

Ditulis 17 Agu 2012 - 19:00 oleh Yit BNC

PURBALINGGA  – Bagi Ny. Atingah (50), mengabdi  dengan tulus ikhlas adalah ibadah. Dan tak terasa, pengabdian sebagai Kepala Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga sudah dijalaninya 10 tahun, di mana ia akan mengakhiri jabatannya itu untuk periode kedua, 21 September mendatang.

Desa Karangbanjar adalah satu diantara 20 desa di Purbalingga yang akan melaksanakan Pilkades secara serentak, pada Minggu (26/8) mendatang. Kini ada dua calon yang siap menggantikan kepemimpinan Ny. Atingah, ibu beranak tiga dan bercucu empat ini.

”Saya tulus ikhlas mengakhiri jabatan sebagai Kades, karena apa yang saya lakukan demi kemajuan Desa Karangbanjar selama ini, adalah ibadah. Dan saya pesan kepada pengganti saya nanti, agar bisa bisa bekerja melebihi  saya. Sebagai kades,saya punya prinsip, hidupilah desa atau  menghidupkan desa, tapi bukan mencari hidup dari desa, ”  ujar Ny. Atingah yang didampingi suaminya, Ngudiono, seorang pengusaha sukses di bidang rambut ketika ditemui di rumahnya di RT 8/RW 4 Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Rabu (15/8).

Bagi ibu kelahiran Desa Karangbanjar , 24 Agustus 1962 ini, suatu kepuasan tersendiri ketika warga desanya meningkat kesejahteraannya, dan Desa Karangbanjar yang ditunjuk sebagai desa wisata, sering dijadikan  tempat kegiatan berlevel kabupaten, provinsi hingga nasional.

“Warga Karangbanjar yang suka guyub rukun dan saling saling menghargai, serta mudah diajak kerjasama  ikut mendukung kinerja saya selama memimpin desa kelahiran saya ini. Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada warga Desa Karangbanjar,”  ujar Atingah yang berpenampilan low profile ini.

Selama dipimpin oleh Atingah, Karangbanjar memang mengalami kemajuan yang signifikan, seiring diraihnya berbagai prestasi.Prestasi menonjol diantaranya, juara desa sadar hukum tingkat nasional  tahun 2006, juara kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tingkat Provinsi Jateng tahun 2007, juara pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan tingkat provinsi Jateng dan nasional (2009), dan juara desa wisata tingkat nasional tahun 2010.

“Khusus pada tahun 2009, atas prestasi yang telah kami  raih, kami diundang khusus untuk mengikuti upacara HUT RI ke 64 di istana negara. Sungguh, itu pengalaman yang tak terlupakan, ” ujar Atingah bangga.

Untuk pembangunan fisik, di bawah kepemimpinan Atingah, Karangbanjar telah membangun berbagai sarana yang bermanfaat untuk masyarakat. Diantaranya, pembangunan sarana air bersih, pembangunan Talud, makadam  dan irigasi di Dukuh Kuncen, pembangunan makadam dan irigasi  di Munjulluhur,pembangunan TPQ Karangbanjar, pembangunan PAUD di Karangsempu,pembangunan gedung badminton, dan pembangunan rabat beton di Dukuh Kuncen.

“Semua pembangunan itu terlaksana berkat dukungan dan partisipasi dari segenap masyarakat. Dan untuk keuangan, saya  jalankan secara transparan, agar semua tahu. Saya punya prinsip, pemimpin desa tidak boleh main-main dengan segala dana dari  pemerintah. Bagi saya, lebih baik makan ubi pakai uang sendiri dari pada makan roti dari uang hasil korupsi,”  ujar Ny. Atingah. (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response