Penukaran Uang Pecahan Diserbu Warga

Stand penukaran uang Bank Jateng di arena pasar murah. (BNC/tgr)

PURBALINGGA – Pasar murah Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga yang dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Bukateja, Senin (13/8), sedikit berbeda. Salah satu stad yang dikelola oleh Ikatan Wanita Bank Jateng  membuka layanan penukaran uang pecahan. Praktis, hanya dalam waktu satu jam, uang tunai pecahan senilai Rp 60 juta, langsung habis ditukar oleh warga.

“Kami semula hanya menyiapkan uang tunai Rp 60 juta pada hari pertama pasar murah, namun animo masyarakat begitu tinggi. Kami harus menambah uang pecahan lagi,” kata Kepala Bank Jateng Cabang Purbalingga Setyo Basuki   disela-sela acara pasar murah, Senin (13/8).

Menurut Setyo Basuki, Bank Jateng Cabang Purbalingga menyiapkan uang tunai pecahan sekitar 300 milyar. Uang pecahan ini untuk melayani penukaran dari BPR dan nasabah serta masyarakat umum. Bank Jateng telah membuka penukaran uang mulai hari pertama bulan puasa hingga tanggal 16 Agustus 2012.

“Pembayaran kepada nasabah atau gaji PNS kami berikan semua dalam bentuk uang baru. Jika masyarakat yang butuh menukarkan uang pecahan tidak perlu menukarkan melalui jasa penukaran di pinggir jalan, langsung saja ke bank,” kata Setyo Basuki.

Setyo Basuki menambahkan, pihaknya juga melakukan proteksi yang ketat terhadap kemungkinan masuknya uang palsu ke bank. “Kami melakukan proteksi dan pengawasan yang ketat sehingga tidak ada uang palsu yang berhasil masuk ke bank,”tambah Setyo Basuki.

Paket Murah Laris Manis

Sementara itu ratusan warga masyarakat menyerbu paket murah yang disediakan oleh sejumlah stand, seperti stand Bank Jateng dan stand PKK. Untuk stand PKK pembeli diberikan semacam kupon, sedang di stand Iktan Wanita Bank Jateng pembeli bebas hanya diutamakan dari warga kurang mampu. Meski begitu ada sejumlah istri pejabat, anggota PKK dan PNS yang berusaha untuk membelinya. Satu paket dihargai Rp 25 ribu dari harga semestinya Rp 45 ribu. Pihak Bank Jateng memberikan subsidi bagi pembeli. Begitu pula di stand Dispertan yang menjual gula pasir seharga Rp 10.500 per kilogram dan stand Dinperindagkop yang menjual minyak goreng bersubsidi. Masyarakat dari kalangan mampu tak dapat dibendung kehadirannya

Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko yang membuka pasar murah tersebut mewanti-wanti agar masyarakat miskin diutamakan dalam berbelanja di Pasar Murah. “Terutama untuk paket sembako yang menggunakan kupon, hanya ditujukan kepada yang memiliki kupon,” pintanya.

Kenyataannya, tak sedikit masyarakat mampu yang berbelanja di pasar murah tersebut. Sebagai contoh, untuk paket sembako di stand IW PT Bank Jateng, ada beberapa warga berpakaian layaknya berekonomi mampu yang memaksa ingin memborong paket-paket untuk warga miskin itu. “Mohon maaf, Bu, untuk masyarakat yang miskin dulu. Nanti kalau ada kelebihan, ibu bisa membelinya,” ujar salah satu petugas stand PT Bank Jateng sopan.

Pasar Murah yang diikuti berbagai  organisasi perempuan, SKPD di lingkungan Pemkab Purbalingga dan BUMN/BUMD ini menyajikan barang-barang kebutuhan Lebaran. Beberapa diantaranya seperti sembako, sayuran, pakaian jadi, kue-kue kering, ikan segar, lauk-pauk, telur dan paket murah.

Paket murah dijual bervariasi harga dan isinya. Untuk stand TP PKK Kabupaten misalnya, menyajikan paket murah senilai Rp 20 ribu berisi 2 ½ kg beras, 1 botol syrup dan 1 liter minyak goreng yang total senilai Rp 40 ribu. Ada juga paket murah seharga Rp 25 ribu berisi 1 kaleng roti, 1 botol syrup, 5 buah mie instan dan 1 bungkus kecap senilai total Rp 40 ribu. (BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.