Godaan Selalu Ada…

Terjun ke dunia hiburan, tentu tak bisa lepas dari godaan. Begitu pula yang dialami Indah Permata (26) dan Retno Setiawati (29). Keduanya mengaku seringkali mendapat godaan dari lelaki iseng yang menontonnya saat bernyanyi. ”Memang ada satu atau dua penyanyi yang bisa digoda dan gampangan. Nah itu, yang membuat seolah penyanyi seperti gampangan diajak kencan,” ujar Retno, penyanyi lokal warga Desa RT 4/RW 4 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga disela-sela penampilannya di Owabong cottage, kemarin.

Untuk menampik pandangan negatif itu, Indah maupun Retno memiliki jawaban yang sama. ”Itu tergantung dari penampilan dan pembawaan kita. Kalau kita kalem, ya lelaki yang mau menggoda berpikir lagi,” ujar Retno yang diiyakan Indah.

Soal goyangan saat tampil menyanyi, Indah menuturkan, goyangan sebenarnya hanya sebagai pelengkap saja. Yang utama adalah suaranya. Indah mengaku, memang ada penyanyi yang suaranya kurang bagus, tapi goyangnya mengundang lelaki untuk menggodanya. ”Kalau saya goyangannya masih standar saja mas,” ujar Indah tanpa menyebut goyangan yang standar bagaimana ukurannya.

Menjadi penyanyi, bagi Indah, ibu satu orang anak yang kini tinggal di Desa Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Banjarnegara, tentu ada suka dukanya. Selain duka karena harus menghadapi godaan lelaki iseng, juga tempat yang terlalu jauh. ”Kalau jauh tempat mainnya, cape juga sih. Tapi itu ya dijalani saja karena demi mencari nafkah,” kata Indah.

Untuk menghadapi godaan dari para penonton yang iseng, Indah mengaku seringkali dikawal suami. ”Suami kan mengawasinya dari jauh, kayak satpa pokoke,” ujarnya tertawa.

Indah menekuni menyanyi sejak tahun 2002. Darah seni menurun dari keluarganya, meski hanya seni tari. ”Sejak 10 tahun terakhir, saya rutin menyanyi dari satu tempat ke tempat lain,” ujarnya.

Hampir sama dengan Indah, Retno yang juga ibu satu orang anak ini mengaku terjun ke dunia tarik suara sejak tahun 2001. Disela-sela menyanyi, Retno kini juga mengajar di Taman Kanak-kanak Roudlatul Atfal (RA) Diponegoro di Desa Selabaya. Retno yang bersuamikan Heri yang player orgen, juga tengah menekuni kuliah.

Retno mengaku ada kenangan yang unik saat tampil menyanyi. Saat bernyanyi di sebuah desa di Bobotsari, panggung yang dipakainya justru ambrol. Retno mengaku terjatuh dan sepatunya rusak. Musibah itu menurutnya justru ada hikmahnya. ”Jatuh kejeblos di panggung, eh malah akeh sing nyawer. Mungkin anu melas ya, ” tuturnya dengan logat Banyumasan yang medok. (tgr)

Retno Setiawati (kiri) dan Indah Permata. (BNC/tgr)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.