Dikerjakan Asal asalan, Proyek Jalur Mudik Dihentikan Warga

Ditulis 09 Agu 2012 - 20:36 oleh Nanang BNC

BREBES-Proyek pembangunan jalan di jalur utama Jakarta-Purwokerto yang berada di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan,Kabupaten  Brebes, Jawa Tengah Kamis (09/08) sore diprotes warga. Pembangunan yang tengah dikebut untuk arus mudik lebaran terancam molor, menyusul aksi warga yang menghentikan proyek tersebut. Mereka menganggap pembangunan talud sepanjang 50 meter itu dinilai ilegal dan terkesan asal asalan, sehingga mengancam longsor dan bisa mengganggu arus mudik lebaran.

Reporter BNC, Anto Purwanto melaporkan, puluhan warga tiba tiba membubarkan sejumlah pekerja proyek pembangunan talud yang berada di perbatasan-Brebes- Banyumas Jawa Tengah. Karena takut, para pekerja memilih menyingkir dan membiarkan aksi warga tersebut.
selain memasang poster agar proyek dihentikan. Warga juga merusak pondasi dengan melempari batu.

Menurut warga, pembangunan talud yang berada di depan Pabrik Gondorukem Terpentin (PGT) Winduaji ini tidak sesuai bestek dan terkesan asal asalan, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan longsor dan menimpa pemudik. Warga di perbatasan ini trauma dengan peristiwa longsor di lokasi itu beberapa tahun lalu yang menewaskan dua orang warga.

“Dulu di lokasi ini juga terjadi longsor karena talud yang dibangun asal asalan. Karena itu sebelum pembangunannya benar, tolong hentikan dulu,” ujar Harjo (45), salah seorang peserta aksi.

Mereka meminta pihak pemborong dari CVMutiara Semarang Jawa Tengah untuk menghentikan sementara proyek tersebut. Pembangunan talud tersebut harus dilakukan dengan konstruksi yang kuat dan mekanisme yang benar. Karena tebing setinggi 17 meter yang berada di sisi jalan utama tersebut rawan longsor. apalagi memasuki arus mudik, jalur utama tersebut padat dengan kendaraan.

Sementara itu, pihak pemborong tak berada di lokasi. Menurut pekerja, sudah sepekan ini pemborong tak berada di tempat. pemborong diduga kabur, karena takut dengan aksi yang merupakan kali ketiga dilakukan warga tersebut (BNC/pur).

Tentang Penulis

Leave A Response