Agustusan, Purbalingga Jaga Tradisi Prestasi Tingkat Nasional

PURBALINGGA (BNC) – Kabupaten Purbalingga mampu menjaga tradisi prestasi tingkat nasional. Sekaligus mengantarkan warganya

merasakan khitmatnya periangatan HUT Kemerdekaan RI bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono di Istana Negara. Setelah

pada 2011, Purbalingga mengirimkan warga berprestasi mengikuti puncak acara HUT Kemerdekaan RI di Jakarta, kali ini dua

warga Purbalingga kembali diundang oleh Presiden memperoleh penghargaan tingkat nasional di bidang pertanian.

“Dari tujuh kategori lomba bidang pertanian tingkat nasional, Purbalingga memperoleh dua penghargaan. Kita bersyukur tradisi

itu tetap terjaga,” kata Plt Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Endod Marmanto SH, disela-sela

mendampingi dua warga berprestasi yakni Tejo dan Saein berpamitan dengan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi di Pringgitan

Rumah Dinas Bupati,kemarin.

Dua prestasi itu, lanjut Endot, adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sari Asih Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet sebagai

Gapoktan Berprestasi Tingkat Nasional dan Saein SP sebagai Tenaga Harian Lepas –Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian

Teladan tingkat Nasional.

“Keduanya akan berangkat tanggal 13 Agustus dari Semarang. Kemudian mengikuti rangkaian kegiatan pemberian penghargaan dari

Meteri Pertanian dan rangkaian kegiatan HUT RI di Jakarta mulai 14 – 17 Agustus. Salah satunya menghadiri silaturahmi dengan

Bapak Presiden,” terangnya.

Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi sangat mengapresiasi atas prestasi yang diperoleh dua warganya. Bupati Heru berharap adanya

warga yang berprestasi di tingkat nasional bisa memacu semangat bekerja keras dari masyarakat lainnya. Sekaligus dapat

memacu prestasi lainnya di masa yang akan datang.

“Ini even penting dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional. Harapannya berimbas positif pada upaya mewujudkan

ketahanan pangan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Selama ini, Bupati Purbalingga begitu getol memotivasi warganya untuk bersama-sama berupaya menjaga ketahanan pangan dengan

melakukan penganekaragaman pangan lokal. Misalnya mengganti nasi dengan bahan pangan lainnya, termasuk memanfaatkan jajanan

local pada kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Kita ingin seluruhnya bekerjasama untuk minimal mengikis ketergantungan kita dengan produk luar negeri. Caranya dengan

mengoptimalkan potensi kita sendiri terutama dibidang pertanian,” pungkasnya sembari berterimakasih karena prestasi keduanya

telah mampu membawa nama baik Purbalingga. (BNC/har)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.