Sabrina Pecatur Potensial Purbalingga

 

PECATUR potensial asal Purbalingga semakin bermunculan. Salah satunya, Sabrina Fatrianti Purseta (14). Siswi VIII SMP Negeri 1 Purbalingga diam-diam ternyata sudah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat lokal dan regional. Sasa, panggilan akrab Sabrina, diharapkan akan mampu meniru pecatur Purbalingga yang sudah lebih dulu mendunia, Muhamad Luthfi Ali (15). Lutfi sendiri  menempati rangking II putera dalam seleksi nasional (seleknas) Catur Junior Tahap II Best of The Best dan telah mengikuti kejuaraan di Ho Chi Minh, dan di Zao Zhuang, Shandong, China, bulan Mei lalu.

Sejumlah prestasi yang diraih Sasa antara lain, juara 1 Popda SD 2007-2009  tingkat Kabupaten Purbalingga, juara 1 catur cepat yunior putri tingkat Provinsi Jateng 2010, juara 3 catur cepat yunior usia < 20 tahun tingkat Jateng, juara 3 catur kilat perorangan putri Porwil Dulongmas tahun 2011, dan prestasi terakhir yang diraih juara 3 catur klasik yunior D putri tingkat Jateng tahun 2012.

Sasa mengaku mulai bermain catur sejak kelas 3 sekolah dasar. Kegemarannya bermain catur semakin menunjukkan bakatnya setelah digembleng oleh para pelatihnya seperti Hendro Purwoko, Sulung, Ferry, Ahmad Bahsyar, dan Yoyong. “Saya berusaha latihan rutin setelah pulang skeolah. Paling tidak seminggu berlatih tiga kali,” kata putri pertama pasangan Endar Purseta dan Uun Haruliyanti ini.

Meski mengaku terkadang harus ketinggalan pelajaran di sekolahnya, namun Sasa akan tetap menggeluti Catur hingga dewasa. Bahkan harapan dan cita- citanya ingin memiliki sekolah catur sendiri dan juga menjadi pelatih yang professional. ”Jika memiliki sekolah satur sendiri dan bertemu dengan para pecatur handal yang sudah mumpuni, tentunya akan menambah ilmu catur,” kata Sasa yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Cempaka Raya 73 Perum Penambongan ini.

Cita-citanya memiliki sekolah catur, sudah dirintis dengan melatih teman ataupun adik kandungnya. ”Saya mencoba melatih adik saya dan juga teman-teman sekolah yang suka hobi catur,” ujarnya.

Orang tua Sasa, Endar Purseto mengatakan sangat mendukung bakat anaknya bermain catur. ”Keluarga sangat mendukung hobinya dengan cara memberikan fasilitasi latihan dan mendampingi jika mengikuti kejuaraan di luar kota. Namun soal sekolah tetap harus nomer satu,” kata Endar.  (Tegar Brilianto)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.