Banyumas tergetkan rekam data e-KTP selesai September 2012

e-KTP dengan chip

PURWOKERTO (BNC) – Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah me-launching e-KTP (KTP elektronik) awal April ini yang ditandai dengan perekaman data untuk Bupati Banyumas, Mardjoko, di Kecamatan Purwokerto Barat. Bupati meminta masyarakat wajib KTP (penduduk berusia 17 th ke atas – red) memanfaatkan kesempatan untuk membuat KTP Elektronik (e-KTP) secara gratis sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan, yang ditargetkan selesai pada September 2012.  Pencetakan KTP Elektronik secara regular Tahun 2013 akan dikenakan retribusi/penggantian biaya. Selama program massal ini (2012) ditegaskan tidak boleh ada pungutan.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten (Dindukcapil) Banyumas Irawati, SE jumlah penduduk Kabupaten Banyumas pada saat penentuan kuota perekaman data KTP Elektronik (31 Desember 2009) berjumlah 1.842.449 orang, sedangkan jumlah wajib KTP sampai dengan 31 Desember 2012 sebanyak 1.388.585 orang.

Sementara terkait prosedur pelaksanaan perekaman data E-KTP,  masyarakat harus datang ke kantor kecamatan sesuai jadwal yang ditentukan dengan membawa beberapa persyaratan. Di antaranya yaitu KTP lama, Surat Pemberitahuan NIK (Nomor Induk Kependudukan), serta undangan perekaman data E-KTP yang akan diedarkan ke warga. Karena jadwal yang telah ditentukan, maka dihimbau intansi baik pemerintah maupun swasta memberi ijin/dispensasi kepada karyawannya untuk mengikuti perekaman data demi sukses program e-KTP ini.

Dalam upaya mensukseskan program nasional ini, sosialisasi dilakukan di tingkat kelurahan hingga kepada ketua RW/RT untuk disampaikan kepada warganya. Seperti yang dilakukan oleh keluarahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, pada Rabu malam (04/04) bertempat di Aula Kelurahan Berkoh, Jl. Gerilya Purwokerto. Sosialisasi dilakukan oleh Mulyadi, dari Dindukcapil. Untuk kelurahan Berkoh sendiri dengan jumlah penduduk wajib KTP 7.663 orang perekaman data akan dilakukan mulai tanggal 2 Mei sd 25 Mei (16 hari kerja), di luar hari Sabtu.

Apa yang direkam dalam e-KTP?

Menurut Mulyadi, e-KTP memerlukan proses panjang sampai dengan KTP diterima oleh pemegang KTP. Dengan e KTP ini maka secara nasional akan menjadi data base penduduk tunggal, dimana setiap penduduk memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), berupa 16 digit angka berisi kode propinsi, kode kabupaten, kecamatan, tanggal/bulan/tahun kelahiran, jenis kelamin dan no urut pencatatan. Ke depan tidak ada lagi KTP ganda, dimana saat ini jumlahnya diperkirakan 7 juta.

Proses pembuatan e-KTP melalui rekam data dan verifikasi dengan dokumen kependudukan yang saat ini ada (KTP lama). E-KTP ini memiliki chip yang menyimpan data privat yang hanya bisa dibaca dengan alat tertentu, seperti sidik jari dan iris mata. Nah saat perekaman data ini masyarakat akan direkam pas foto, tanda tangan, sidik jari (seluruh jari tangan), foto iris mata. Yang membedakan dengan KTP lama secara fisik tidak ada tanda tangan pejabat, juga adanya data nama gadis ibu kandung dalam data privat. Masa berlaku e-KTP 5 tahun. Data-data privat ini yang tidak memungkinkan lagi adanya KTP ganda.

Data hasil perekaman ini selanjutnya dikirim ke pusat data di Jakarta, untuk dicetak sebagai e-KTP sebagai bagian dari program missal e KTP. Di tahun 2013 pencetakan akan dilakukan di daerah (Dinas Kependudukan). Selama e-KTP belum jadi tetap digunakan KTP Siak. Demikian pula dengan peristiwa kependudukan seperti mutasi, penggantian KTP karena jatuh tempo, tetap dilakukan seperti biasa sampai e-KTP diterima. Kelak KTP lama harus ditukarkan dengan e-KTP sebagai syarat dokumen, danharus diambil sendiri (tidak boleh diwakilkan) karena harus melakukan verifikasi sidik jari saat pengambilan. Menurut Mulyadi, Dindukcapil akan menyimpan KTP lama selama 2 tahun sebelum dihancurkan sebagai antisipasi adanya keperluan penduduk atas dokumen tsb. (BNC/ist)

2 Comments

  1. kapn e-ktp atas nama fheri yuliana saputra
    desa. pegalongan
    kcamatan.patikraja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.