Jelang long weekend, terjadi antrian panjang di Ciregol

Ditulis 22 Mar 2012 - 23:56 oleh Banyumas1

Truk besar nekad melewati Ciregol

BUMIAYU (BNC) – Antrian panjang kendaraan yang akan melewati tanjakan Ciregol, desa Kutamendala, Kec Tonjong, Kab Brebes, Jawa Tengah terjadi sejak Kamis sore (22/03). Hingga berita ini diturunkan (pukul 23.45 wib) antrian semakin panjang hingga pintu kereta (klonengan) di desa Kutamendala, sedangkan kendaraan dari arah Purwokerto antrian mencapai Karangjati, Tonjong. Kemacetan panjang ini dipicu oleh bus-bus besar dan truk yang ‘memaksa’ melewati jalur penghubung pantai utara dan Jateng selatan ini, dimana sekalipun sudah ada petugas yang menyaring kendaraan, namun mereka nekad melewati jalur yang amblas sejak Selasa malam (06/03) lalu.

Kemacetan diperparah dengan libur panjang (long weekend) 3 hari sejak Jum’at (22/03) menyambut hari raya Nyepi hingga Minggu sehingga banyak arus kendaraan ‘mudik’ dari Jakarta. Andy (35), warga Purwokerto, yang Kamis malam ini berkendara dari Slawi ke Purwokerto terpaksa harus melewati jalan alternatif Kutamendala, Karangjongkeng, Purwodadi, Linggapura. “Karena saya tidak hafal jalan ini, daripada tersesat saya meminta pengawalan dari tukang ojek dengan membayar lima belas ribu”, kata Andy kepada BNC melalui telepon

Pengamatan BNC, situasi pada Kamis sore sekitar pukul 17.30 secara bergantian kendaraan dari arah Purwokerto dan dari arah Tegal masih tidak terlalu lama, waktu tunggu sekitar 15 menit untuk ‘menaklukan’ tanjakan itu, namun semakin malam antrian semakin panjang  dan waktu tunggu untuk melewati otomartis makin panjang. Kendaraan kecil kemudian mengambil rute alternatif, namun di malam hari mereka banyak yang ragu dan takut ‘kesasar’ karena penerangan yang  minim, gelap, dan kondisi jalan rusak di sana-sini. Hal ini dimanfaatkan oleh para tukang ojek untuk menawarkan jasa pengantaran, seperti dialami oleh Andy.

Kondisi tanjakan yang ambles sangat berbahaya dan rawan kecelakaan. Pada Selasa lalu (20/3) sebuah truk tangki AD-1507-VF saat menaiki tanjakan mesin mati. Truk bermuatan kecap tersebut langsung ‘mbrosot’ berjalan mundur namun untungnya bodi truk tertahan alat berat, truk tangki pun tidak menabrak kendaraan di belakangnya. Apalagi bila terjadi hujan, maka arugan pasir di tanjakan yang ambles menjadi licin dan rawan terjadi ‘selip’.

Sebenarnya pemerintah melalui Dinas Kominfo Kabupaten Brebes sudah mengumumkan kepada media, termasuk iklan di radio-radio lokal, agar bus besar dan truk tidak melewati jalan tersebut demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Namun dengan pertimbangan efisiensi, dan mengetahui kendaraan besar bisa lewat, mereka tetap nekad melewati Ciregol. (BNC/ist)

Tangki yang 'mogok' dan truk besar yang 'nekad'

Tentang Penulis

Leave A Response