MoU UMP dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah Tentang FKPMM


 PURWOKERTO (BNC)- Bertempat di Aula AK. Anshari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), telah dilakukan penandatanganan kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara UMP dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah tentang “Pembentukan dan Pengembangan Forum Kemitraaan Polisi, Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM) . Persiapan pendirian forum kemitraan ini tidak main-main, sejak 2 bulan lalu sosialisasi terhadap semua elemen masyarakat di sekitar lingkungan UMP telah dilakukan.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M. H, Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Didiek Sutomo Triwidodo, MM. M. Hum, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen. Ir. Mulhim Asyrof, Kapolres Banyumas AKBP Dwiyono SIk. MSi beserta jajarannya, Komandan Kodim 0701/Banyumas, Letnan Kolonel Inf Helmi Tachejadi Soerjono, SH beserta jajarannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Furqanul Aziez, M. Pd, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Joko Purwanto, M. Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Anjar Nugroho, S. Ag., M. S. I, jajaran Dekanat, Kaprodi, Ketua Lembaga, Kaprodi, Kepala Biro, kalangan civitas akademika UMP dan jajaran instansi terkait dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyumas.
Rektor UMP menyambut baik penandatanganan MoU ini. Dijelaskan dalam sambutannya bahwa tujuan penandatanganan MoU ini untuk membentuk kepengurusan Forum Kemitraan Polisi, Masyarakat dan Mahasiswa (FKPMM) di lingkungan UMP dan sekitarnya. Forum ini penting karena akan memudahkan koordinasi antara pihak polisi, masyarakat dan mahasiswa dalam menangani ketertiban di lingkungan UMP dan sekitarnya sesuai aturan yang berlaku. Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial menyatakan “Dengan adanya MoU ini kita dapat mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban di lingkungan UMP dan sekitarnya. Saya berharap dengan terciptanya keamanan dan ketertiban mahasiswa dapat belajar dengan baik dan mempunyai prestasi yang bagus”, ujarnya.
Penandatangan MoU Nomor : C9 VIII/173-SPJ/UMP/III/2012 dilakukan langsung oleh Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M. H dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Didiek Sutomo Triwidodo, MM. M. Hum di hadapan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen. Ir. Mulhim Asyrof. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata antara Rektor UMP dan Kapolda Jawa Tengah beserta Pangdam IV/Diponegoro.
MoU ini terdiri dari beberapa pasal yang melingkupi kedua belah pihak. Ringkasnya, isi MoU  memiliki maksud untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara Polisi-Masyarakat-Mahasiswa UMP, menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan mahasiswa di dalam maupun di luar lingkungan kampus dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, melaksanakan koordinasi manajemen pengamanan yang berkaitan dengan kegiatan civitas akademika UMP yang melibatkan banyak pihak dan mengadakan kegiatan-kegiatan dalam bentuk pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan FKPMM di lingkungan UMP. Mengenai jangka waktu, kesepakatan bersama ini berlaku selama 3 tahun terhitung mulai tanggal ditanda tangani dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak.
Acara dilanjutkan kuliah umum dengan pemateri Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam IV/Diponegoro. Pada Kesempatan pertama, Irjen. Pol. Drs. Didiek Sutomo Triwidodo, MM. M.Hum menyajikan materi “Nilai Strategis Kemitraan Perguruan Tinggi, TNI-POLRI dan Masyarakat Untuk Mengatasi Problematika Bangsa”. Dalam pemaparannya alumni SESPATI VI tahun 2004 ini menjelaskan tentang grand strategy reformasi POLRI yang terdiri dari trust building (2005-2009), partnership building (2010-2014) dan strive for excellent (2015-2025). “Kita ingin menciptakan perpolisian masyarakat, dengan sinergitas antara POLRI, masyarakat dan mahasiswa. Sehingga kamtibmas kondusif, masyarakat merasa terlindungi, terayomi dan terlayani dengan baik”, tandasnya mantap.
Pemateri kedua, Mayjen. Ir. Mulhim Asyrof lebih banyak menjelaskan tentang 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari NKRI, pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika. Dipaparkan olehnya bahwa keberadaan Indonesia yang sangat luas dan beragam, terdiri dari 1,128 suku, 731 bahasa daerah dan  jumlah penduduk mencapai 238 juta, kondisi demografi dan geografi indonesia, sangat mudah untuk “dimasuki apa saja” termasuk faham radikalisme yang efektif untuk memicu aksi terorisme. Alumni AKABRI darat tahun 1976 ini menuturkan “Bangsa Indonesia mudah ikut-ikutansehingga apa yang terjadi di luar mudah diadopsi, kebenaran mutlak milik mayoritas, milik media dan milik dunia. Penegakan hukum dipengaruhi persepsi.  Lebih lanjut dijelaskan, ada 3 sumber perang di masa depan yaitu air, pangan dan energi. Oleh karena itu “Bela negara menjadi hal wajib bagi generasi muda. Maka milikilah wawasan kebangsaan, jadilah manusia Indonesia yang beriman dan berlimu”, pesannya.
Kuliah Umum yang dimoderatori oleh Kepala Biro Humas dan Kerjasama UMP, Soediro SH., LL.M berjalan seru. Audiens terlihat antusias dalam menyimak seluruh materi yang ada. Di tempat terpisah, Rektor UMP, Kapolda Jawa tengah dan Pangdam IV/Diponegoro bersama menyatakan keinginannya agar penandatanganan kesepakatan bersama yang telah dilakukan dapat berkesinambungan menjadi wadah silaturahmi yang terjalin erat di antara semua pihak. (BNC/pun)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.