Rampok Bersenjata Gasak 7 Kg Emas di Purbalingga

Ditulis 20 Mar 2012 - 22:25 oleh Banyumas1

DIJAGA PASCA KEJADIAN: Petugas Polisi dan TNI masih terlihat berjaga di depan toko emas Nur 4 (foto/prs/BNC)

PURBALINGGA (BNC) Enam perampok menggasak  dua toko emas di Kejobong, yakni toko emas Adil dan Nur 2, Selasa (20/03) sekitar pukul 16.00. Toko emas yang menjadi sasaran perampokan adalah toko emas Adil milik Muhammad Ali (40) warga Bukateja, Purbalingga dan toko emas Nur 2 milik Gatot (40) warga Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga. Lokasi dua toko emas ini saling berhadapan, berjarak sekitar 15 meter, di belah oleh jalan raya jurusan Kejobong-Rembang, Purbalingga.

Perampokan ini tak diduga aparat karena lokasi toko emas berada jauh dari kota. Jarak wilayah Kejobong ke kota Purbalingga sekitar 28 kilometer. Selain itu, jalan lari perampok hanya ada tiga yakni ke arah Kabupaten Banjarnegara melalaui perempatan Bedagas Pengadegan, ke arah kota Purbalingga melalui Kecamatan Bukateja atau Kaligondang dan ke arah Banjarnegara melalui Desa Timbang kejobong.

Keterangan yang dihimpun BNC di lokasi menyebutkan, toko emas Adil dan Nur pada hari pasaran Selasa dan Sabtu cukup terbilang ramai. Pemilik toko mas Nur2 masih kerabat Wakil Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto, sementara toko mas Adil milik Yusuf Rojabi (48), pengusaha toko emas di Kroya, Cilacap. Yusuf Rojabi yang kemarin langsung menuju ke Kejobong menceritakan, pada tahun 2008 lalu, sebuah toko emas miliknya di depan Pasar Nusawungu Kroya, juga jadi sasaran perampok.

Di kompleks itu ada juga beberapa toko emas lainnya, yakni toko emas Gajah yang cukup besar. Namun entah mengapa, justru  yang dirampok dua toko emas yang berukuran sedang.

IDENTIFIKASI: Polisi melakukan identifikasi di toko emas Adil (foto:prs/BNC)

Kemarin petang, Wakil Bupati Purbalingga Sukento menengok  toko Mas Nur 2 yang dirampok. “Saya sangat prihatin dengan kasus perampokan ini. INI pekerjaan buat kita semua, khususnya aparat keamanan, agar lebih meningkatkan kewaspadaan, tak hanya di kota namun juga di daerah pinggiran,” ujarnya singkat.

Polisi menyebutkan kasus perampokan dengan sasaran toko emas pernah terjadi di Purbalingga, sekitar bulan Maret tahun 2010.  Ketika itu pelaku yang berjumlah empat orang dengan mengendarai sepeda motor merampok Toko Mas Samiaji di Jalan Jenderal Soedirman 47. Kawanan perampok yang beraksi menjelang toko tutup menggasak perhiasan emas yang ada di etalase toko. Kini polisi masih memburu ke enam pelaku tersebut (tyo/BNC)

 

Tentang Penulis

Leave A Response