‘Hadapi UN, berikan kepercayaan penuh pada kemampuan anak’

Ditulis 10 Mar 2012 - 19:37 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Menghadapi Ujian Nasional (UN) seringkali membuat orang tua panik, karena khawatir anaknya tidak lulus atau lulus tapi dengan nilai jelek. Kepanikan tersebut membuat orang tua melakukan berbagai cara, bahkan sampai berlaku keras kepada anak. Nah, dalam rangka memberi bekal kepada orang tua/wali murid yang anaknya duduk di kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, LPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto, Jawa Tengah, mengadakan seminar ‘Smart Parenting” dengan tema ‘Strategi Pendampingan Anak Menuju Sukses UN’, pada Sabtu (10/03), bertempat di aula Kelurahan Purwokerto Wetan, Purwokerto, Kab Banyumas.

Seminar yang diikuti ratusan orang tua/wali dari SD Al-Irsyad 01 dan o2 Purwokerto, serta SMP Al-Irsyad Purwokerto,  menghadirkan Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I, trainer nasional smart parenting dan master trainer Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya.

Dalam presentasi berjudul “Bismillah… Lulus UNAS 2012″ pria yang lahir di Ponorogo, 13 September 1969 itu mengatakan bahwa tujuan jangka panjang dari adanya ujian adalah melatih kejujuran anak. Oleh karena itu tidak bisa ditolerir cara-cara yang ‘menghalalkan segala cara’ demi meraih sukses Ujian nasional (UN).

Suami dari Miftahul Jannah yang sekarang ini focus pada penulisan buku-buku parenting dan pendidikan, selanjutnya mengatakan peran orang tua dalam pendampingan sangatlah penting. Misalnya pengaturan jadwal aktifitas anak yang dibikin atas dasar kesepakatan bersama orang tua dan anak, penciptaan sarana yang kondusif untuk belajar anak, dan penyediaan sarana yang dibutuhkan. “Jangan kita menyuruh anak belajar, tapi kita asyik menonton sinetron televisi”, sindirnya kepada hadirin yang mayoritas ibu-ibu.

Lebih lanjut dipaparkan, peran orang tua menghadapi UN perlu memahami karakter anak dalam belajar, memotivasi anak melakukan tugasnya, membimbing anak untuk menepati jadwal kegiatan, dan mengurangi hal-hal yang dapat merugikan anak dalam belajar.

Orang tua juga perlu memberi perhatian yang lebih terutama 3 bulan menjelang UN/UASBN, proaktif mendapatkan informasi dari sekolah tentang perkembangan anaknya, menghindarkan anak mengalami stress menjelang ujian. “Hal yang juga penting adalah memberi kepercayaan penuh akan kemampuan anak dalam menghadapi ujian”, tutur ayah dari 2 anak ini.

Lebih lanjut dikatakan orang tua harus membimbing anak menghadapi setiap hasil yang diperoleh, baik lulus maupun tidak lulus, nilai bagus atau nilai jelek. Menurutnya banyak orang tua yang tidak menyiapkan anaknya untuk lulus dan tidak lulus. “Makanya kita sebagai orang tua harus membantu anak untuk pasrah saat ujian telah dijalani”, lanjutnya. (BNC/ist)

 

 

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Annisa Nurjannah 30/09/2013 pukul 22:42 -

    Saya benar-benar ingin mempercayainya, anak-anakku… semoga aku bisa…

Leave A Response