Impor Buah Indonesia Lampaui Ambang Batas, Wamentan Salahkan Konsumen

Temanggung, BNC – Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menyatakan, volume impor buah-buahan dan sayur sudah melampaui ambang batas. Nilai impor produk holtikultura tersebut empat kali lebih besar dari nilai ekspornya.

“Nilai impor buah saja sudah mencapai 700 juta dollar. Ini tentu ada sesuatu yang salah. Kalau konsekuensi ada ekspor impor itu karena pasar global. Yang salah dalam hal ini adalah konsumen kita sendiri, yang masih banyak mengkonsumsi buah dan sayur impor. Petani kita juga masih lemah dalam menghasilkan buah dan sayur yang berkualitas,” kata Heriawan disela-sela menyaksikan Festival Holtikultura di Agro Centre Soropadan Temanggung, (Jateng), Kamis (23/02/2012).

Festival buah-buahan dan sayuran yang memamerkan berbagai hasil pertanian petani dengan kualitas terbaik di Jateng ini dikemas sebagai percontohan untuk bersaing dengan buah dan sayur impor.

Heriawan menambahkan, dalam road show Kementerian Pertanian untuk mengetahui seberapa besar penyebaran buah impor yang ada, pihaknya menemukan banyak sekali buah impor yang dikemas sedemikian rupa sehingga lebih menarik. Contohnya, dalam penerbangan Thai Airland Indonesia ke Bangkok, penumpang pesawat disuguhi buah salak yang bersih dan bentuknya bulat dan dilabeli tulisan Product of Thailand. “Ternyata setelah dimakan, kok ya asem. Padahal di Indonesia salaknya malah manis dan lebih enak,” ungkapnya. (BNC/tgr)

4 Comments

  1. Wamentan tidak seharusnya berbicara gampang seperti itu, yang harus dilakukan adalah memenangkan kompetisi, bagaimanapun kita harus akui kemasan marketing buah import sangat jauh diatas lokal kita, untuk itu semua pengusaha dan pemerintah harus berfikir untuk bisa berkompetisi di dalam bisnis buah impor karena bagaimanapun juga konsumen tidak akan pernah salah karena kocek mereka akan memilih best price and best quality, so ayo bangkit indonesia menangkan kompetisi bisnis buah !!!!

  2. Seharusnya dari pemerintah ada regulasi impor buah, dan mengupayakan agar buah lokal juga dapat mendapat perhatian serius. Bimbing dan dampingi petani sehingga mereka mampu memproduksi buah dengan jumlah (kuantitas) yang banyak dan kualitasnya bagus. Selain itu juga dibantu dalam pemasarannya. Konsumen tidak dapat disalahkan, karena konsumen membeli produk yang ada di depan mata. Kalau yang ada di keliling kita adanya buah impor mau tidak mau kitapun akan membeli produk impor tersebut, karena kita butuh buah. Lain halnya apabila di tengah2 kita juga melimpah produk lokal yang kualitasnya bagus dan melimpah serta harganya bersaing. Sudah pasti kita langsung beli produk lokal. Mungkin ini merupakan PR kita bersama.

  3. nakanya indonesia nggak maju2 karena pejabatnya bego-bego,, contohnya wamentan yang dengan mudah menyalahkan konsumen, tapi otaknya gak mau mikir gimana supaya petani kita maju..

  4. Wadaow Pak Wamentan … Gampang banget ya … Konsumen yang salah. Kapan sih namanya konsumen dapat perlindungan dari pemerintah? Jatuhnya salah melulu … Mati listrik, konsumen salah … Pesawat telat, konsumen salah … BBM naik, konsumen salah … Harga naik, konsumen salah … Lebih parah lagi, konsumen selalu kalah …
    Pak, konsumen mau diberi buah beracun pun tidak tahu … Apa kerja pemerintah selama ini kalo ngliat petani tidak berdaya, hasil panennya dipermainkan dengan harga, kualitas produknya kalah dengan lain negara? Bagaiman tanggung jawab konstitusi pemerintah lewat Pak Wamentan …
    Ayo dong Pak, jangan biarkan duit rakyat (negara ga punya duit) hanya dipakai orang gede berfoya-foya. Kapan petani diberdayakan? Kapan regulasi dan pelaksanaannya berpihak kepada rakyatnya …
    Tolong Pak, kalo ngendikan, dipikirkan …

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.