Pabrik gula PT DUS tutup mulut, polisi enggan berkomentar

Ditulis 29 Jul 2009 - 20:27 oleh Banyumas1

KASUS tewasnya empat pekerja lepas pabrik gula PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS) di komplek pelabuhan Tanjung Intan Cilacap nampaknya tidak akan banyak terungkap. Hal ini terjadi karena pihak pabrik menutup diri dan tidak mau memberikan keterangan pers . Sejumlah wartawan selalu gagal saat meminta konfirmasi.

Begitu pula dengan aparat kepolisian yang memilih untuk tidak memberikan komentar. Padahal kasus tewasnya pekerja di pabrk gula rafinasi itu bukan hal pertama. Sebelumnya pada Selasa 25 Nvember 2008 sekitar pukul 16.15 WIB, seorang pekerja yang tengah memperbaiki mixer di pabrik tersebut juga tewas mengenaskan. Tubuhnya hancur akibat tergiling mesin mixer.

Korban Sarwin (44), warga Jalan Pepaya RT 06/RW 04, Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan, bekerja sebagai tukang las di PT Risma Putri Mandiri yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan di pabrik tersebut.

Pada saat itu, pihak pabrik langsung menutup diri sehingga kasus tersebut hingga kini tidak pernah diketahui ujung pangkalnya.

Kini kasus serupa menimpa empat karyawan yang tewas tersiram air panas saat sedang membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada diatas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat selama kurang lebih tiga menit. Mereka langsung tewas di lokasi kejadian tubuh hancur dan mengelupas.

Sejumlah wartawan lagi lagi gagal mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian. Sumber di kepolisian, aparat belum berani memberikan keterangan, karena sejumlah saksi masih dalam pemeriksaan.“Seperti pa da kasus sebelumnya, kecelakaan di pabrik ini selalu ditutup tutupi dan akhirnya sampai sekarang menguap tak ada penyelesaian secara hukum,”ujar beberapa wartawan yang tengah menunggu di halaman pabrik.

Teka teki siapa yang bakal menjadi tersangka dalam kasus ini. Apakah hanya petugas yang dianggap teledor karena membuka kran atau musibah ini akan melibatkan para pengelola pabrik. Yang jelas warga berharap bisa mengetahui perkembangan kasus ini. “ Semoga pihak pihak yang menangani kasus ini bias bersifat transparan , sehingga kami rakyat bisa mengetahui akhir dari penyelesaian kasus tersebut,” ujar warga Cilacap.

Bagaimanapaun sejumlah pihak terkait seperti Disnaker juga diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam penanganan kasus ini, khususnya masalah tenaga kerja yang ada di pabrik tersebut. Apakah PT DUS selama ini sudah mengimplementasikan HSE (Healt Safety and Environment) tentang keselamatan kerja? Karena, perusahan sebesar itu semestinya sudah mengimplementasikan ISO 14001, OHSAS dan Jamsostek pada seluruh pekerjanya. (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response