Hilangkan Kejenuhan Hadapi Ujian, Siswa SMPN 1 Purbalingga Ikuti Outbond

Ditulis 18 Feb 2012 - 17:30 oleh Banyumas1

PURBALINGGA, BNC – Suara canda dan tawa terdengar dibalik rimbunnya bumi perkemahan (Buper) Munjuluhur, Bojongsari, Purbalingga, Sabtu (18/2). Ketika didekati ternyata serombongan siswa-siswi SMPN 1 Purbalingga yang tengah melakukan kegiatan outbond di Munjuluhur Adventure Zone yang berada di bagian belakang kawasan Buper itu.

Ada sekelompok yang asyik bermain air di kolam rakit penyelamat, sementara sekelompok lainnya bermain di jembatan goyang, dan jembatan tali, semuanya berada diatas kolam. Siswa-siswi lain asyik bermain fling fox, panjat dinding, dan jembatan tali yang diikat diantara dua pohon kelapa.

Siswa siswi tersebut terlihat lepas dan seolah terbebas dari beban belajar yang selama ini suntuk dihadapinya. Para guru pembimbing juga membiarkan siswa didiknya tertawa lepas dan bercanda dengan teman-temannya.

“Biar siswa tidak tegang menghadapi tryout dan tambahan pelajaran yang diberikan penuh selama seminggu, setiap Senin hingga Jum’at,” tutur salah seorang guru, Yohana Kristanti, S.Si sembari mengawasi siswa-siswinya.

Dikatakan Yohana, siswa-siswi yang mengikuti outbond seluruhnya kelas IX. Mereka akan menempuh Ujian Nasional pada bulan April 2012 mendatang. SMPN 1 Purbalingga, lanjut Yohana, sejak bulan Januari juga menerapkan kebijakan pemberian Tampel (Tambahan Pelajaran) bagi siswa kelas IX ini. Dalam dua minggu, mereka juga harus menghadapi try out ujian.

“Hasil try out bisa mengukur seberapa jauh kemampuan siswa dalam menghadapi ujian kelak. Kami berharap, hasil yang dicapai bisa maksimal dan bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti yang dicita-citakan masing-masing,” kata Yohana.

Kegiatan outbond sendiri, kata Yohana, sebagai kegiatan rekreatif agar siswa tidak jenuh. “Biar mereka tidak merasa terbeban dengan pelajaran rutin di sekolah. Ya pokoknya biar tidak stres lah,” tuturnya.

Yohana menambahkan, prestasi kelulusan siswa-siswi SMPN 1 Purbalingga, selalu membanggakan. Setelah lulus mereka juga banyak yang diterima di sekolah favorit seperti di Purwokerto, Yogyakarta ataupun di kota Purbalingga sendiri. ”Bekal yang didapat di SMPN 1 Purbalingga menjadi pijakan untuk menereskun sekolah yang lebih baik, dan akhirnya bisa kuliah ditempat yang tepat tentunya,” tambah Yohana.

Sementara itu seorang siswi kelas IX yang mengikuti kegiatan outbond tersebut, Karunia Pramanti Putri mengaku senang dan gembira.  Outbond menurutnya bisa semakin akrab, merasa satu dan senasib dengan teman-teman lain. ”Acara seperti ini bisa menghilangkan jenuh dan menghilangkan sejenak dari rutinitas sekolah,” tutur Nia, panggilan akrab Karunia.

Hal senada juga diungkapkan Putri Dies Mercurly, siswi lainnya. Melalui outbond suasananya menjadi cair dan lupa beban belajar. ”Kami juga semakin akrab dengan teman-teman dan bu guru,” tutur Dies yang diiyakan teman-teman lainnya Larasati Nanda Rahmalia dan Marisa Resti Ciptaningrum. (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. me 18/02/2012 pukul 18:53 -

    Waah namanya dies salaah tuh.. 😀

  2. Putri Ika Pratiwi 18/02/2012 pukul 18:48 -

    Itu yg namanya Putri Dies Mercurly salah ejaannya mas..yg bener Putri Dies Mercurli..sekedar koreksi aja buat miminnya 😀
    Btw, jaman saya sekolah di smp itu kok ga ada kaya begituan ya? Jadi iri ^^

  3. rahma 18/02/2012 pukul 17:48 -

    ini positif…… SMP-ku kapan ya pak…. SPMN 1 Purwokerto

Leave A Response