Rebut Nasabah Berpenghasilan Rendah, BTN Gencar Kampanye Tabungan Cermat

Ditulis 15 Feb 2012 - 15:07 oleh Banyumas1

Purbalingga, BNC – Sejak sosialisasi Tabungan BTN Cermat pada bulan September 2011 hingga saat ini, Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) setidaknya telah mampu menjaring 6.500 account nasabah yang tersebar di 15 kabupaten/kota di jateng – DIY. Sasaran Tabungan BTN Cermat lebih mengarah ke Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dari jumlah nasabah ini, telah dihimpun dana sekitar Rp 1 milyar.

“Wilayah Jateng dan DIY menjadi contoh tabungan ini. Diharapkan selama lima tahun kedepan akan mampu merekrut nasabah atau account sebanyak 1 juta dengan rata-rata saldo tabungan antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu,” kata Project Manager Tabungan BTN Cermat, Fitri Noviyanti Ratna Kusuma dalam keteranganya disela-sela sosialisasi dan edukasi Tabungan Cermat di pendopo Dipokusumo, Purbalingga (Jateng), Rabu (15/2).

Dijelaskan Iqbal, BTN meluncurkan Tabungan Cermat dengan pertimbangan untuk memberikan edukasi menabung di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Iqbal memamarkan, dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa,  hanya ada sekitar 63 juta account. Jika satu orang memiliki dua rekening tabungan, maka baru sekitar 30 juta penduduk Indonesia yang sadar menabung. “Hasil riset, masyarakat Indonesia tergolong malas menabung. Ini kalah dengan negara malaysia dan singapura,” kata Iqbal.

Sifat malas menabung sebenarnya bukan didasari karena pendapatan, tetapi kesempatan waktu yang terbatas untuk menabung. Sisi lain, masyarakat golongan kurang mampu juga cenderung enggan jika harus menggunakan layanan bank umum. “Mungkin mereka yang hanya menggunakan sandal ketika masuk di bank, sudah diusir satpam dulu. Jadi lewat Tabungan BTN Cermat, kami mencoba memberikan kesempatan masyarakat ini untuk menabung,” kata Iqbal.

Syarat menjadi nasabah di tabungan BTN Cermat cukup mudah. Mereka tidak harus datang ke BTN tetapi cukup datang di kantor pos terdekat dan menyerahkan setoran awal sebesar Rp 10 ribu. Selanjutnya nasabah  dapat menabung minimal Rp 5 ribu di loket kantor pos dan loket bank BTN dimana saja. Penabung BTN Cermat  akan mendapatkan kartu ATM yang dapat digunakan untuk bertransaksi di loket kantor pos maupun di mesin ATM bank BTN serta mesin berlogo Link dan ATM Bersama. ”Saya yakin, mereka bisa dengan cepat menguasai penggunaan kartu ATM ini,” kata Iqbal.

Untuk mendukung program tabungan ini, BTN menggandeng kader PKK kecamatan dan kabupaten serta bermitra dengan kantor pos dalam menjalankan program edukasi dan sosialisasi. ”Dari hasil survey ternyata kader PKK menjadi strategis dalam mensosialisasikan program ini. Kader PKK telah diberi edukasi dan sosialisasi manfaat menabung serta tentang produk Tabungan BTN Cermat kepada tetangga disekitar tempat tinggalnya,” kata Iqbal.

Sementara itu Ketua Tim penggerak PKK Purbalingga Ny Sudarli Heru Sudjatmoko mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya BTN untuk memberikan edukasi soal pentingnya menabung khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. ”Kami juga akan menyarankan kader-kader PKK di desa dan kader  Dasa Wisma untuk memanfaatkan tabungan ini.

”Lewat para kader PKK, kami yakin akan mendorong proses pembelajaran sekaligus membuka wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menabung. Menabung pada akhirnya tidak saja menjadi busaya, tetapi menjadi kebutuhan semua orang,” kata Ny Sudarli. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. TJ 09/03/2012 pukul 11:17 -

    Hanya karena sedikit penabung di Indonesia, lagi lagi masyarakat yang disalahkan. Males kek, bodoh kek … Memprihatinkan … Nabung? OK? Tapi apa yang ditabung dan bagaimana kalau menabung? Itu perlu di cari jawabnya dulu sebelum membuat statemen masyarakat tidak pada menabung!
    Ada banyak hal yang menyebabkan orang tidak menabung …
    1. nggak punya yang ditabung. Kenapa? Penghasilan kecil. Atau bahkan tidak berpenghasilan. Pernahkan diadakan penelitian untuk itu?
    2. lebih memprioritaskan untuk keperluan hidup sehari-hari. Ngga perlu mengada ada. Kalau ga bisa nabung ya ga perlu nabung. Dari pada pada kelaparen. Malah bikin malu pemerintah.
    3. kalo duit cuma sedikit, ngapain ditabung? Hanya ngasih rejeki mereka yang berduit. Habis dipotong untuk administrasi bulanan …
    4. ada yang ga beres di bank kita. Mosok duit sedikit kita “pinjamkan” sebagai modal kok malah habis. Ada semacam pembodohan kepada masyarakat yang memang rata rata masih belum cukup pinter.
    5. ….
    6. …
    7. …
    8. dst. dst. dst.
    He he he …

Leave A Response