Cap Go Meh: Menjadikan klenteng sebagai rumah budaya

BANYUMAS – Berbagai atraksi kesenian baik kesenian berciri oriental maupun kesenian lokal Banyumas memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Boen Tek Bio, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu malam (05/02).  Hal ini tentunya menjadi moment  yang positif sebagai wujud nyata pembauran antara warga keturunan Tionghoa dengan masyarakat yang sering disebut sebagai ‘pribumi’.

Perayaan Cap Go Meh tahun 2012 mengusung tema “Membudayakan Toleransi Antar-Umat Beragama Dalam Perayaan Cap Go Meh Lintas Agama”. Sebagai wujud nyata pelaksanaan tema itu,  panitia mengundang tokoh agama lain (Islam, Kristen, Katholik, dan Konghucu).

Panitia tidak hanya mengundang tokoh rohaniawan agama saja, namun grup kesenian dari masing-masing agama pun diundang untuk tampil. Namun dari kalangan Islam, yaitu dari grup kesenian Masjid ‘Andre Al Hikmah’ PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Banyumas, yang terletak di jalan raya yang menghubungkan Banyumas dan Patikraja,  tidak bisa ampil karena berbarengan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam perayaan kali ini ditampilkan seni budaya yang ada di sekitar kelenteng, berupa “Klotekan Lesung”,  seni budaya Banyumasan yang sudah hampir punah. Grup yang tampil adalah grup “Klotekan Lesung” dari Desa Papringan.

Penampilan seni budaya lintas agama dan ras ini dimaksudkan agar klenteng menjadi rumah budaya bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu, harmonisasi antar unsur yang ada dalam masyarakat dapat terwujud. Semoga! (BNC/Ist)

Klenteng Boen Tek Bio

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.