Peneliti Unsoed berhasil ‘menyulap’ terung jadi permen, dodol dan nugget

aneka makanan dari terung ungu

PURWOKERTO – Tak terbayangkan sebelumnya, Terung Ungu yang biasa dimasak sebagai sayuran dan memiliki nilai ekonomi yang rendah bisa diolah menjadi berbagai macam makanan olahan. Harga terung ungu pun sebagai sayuran sangat rendah, hanya Rp. 400/kg sehingga beberapa petani terung ungu memilih tidak memanen kebun terung ungunya, karena penghasilan petani tak seberapa. Ini terjadi di  Kecamatan Grabag,  Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Namun berkat kepedulian seorang peneliti, terung ungu bisa bernilai tambah cukup tinggi, dan secara ekonomi menjanjikan pendapatan yang ‘lebih’ bagi petani apabila mau mengolahnya. Adalah Dr. Rifda Naufalin, S.TP, MP yang meneliti terung ungu demi mengatasi kegundahan para petani.  Berbekal sekarung Terung dari masyarakat Grabag, Dr. Rifda bersama Prof. Herastuti melakukan penelitian terhadap Terung Ungu untuk dirubah menjadi berbagai makanan olahan.  “Waktu itu saya membawa satu karung terung dari Munggangsari untuk saya teliti”, demikian Dr. Rifda mengisahkan.

Setelah melakukan berbagai macam uji coba dengan berbagai perlakuan, akhirnya penelitian ini berhasil menghasilkan berbagai macam produk pangan yang di luar dugaan dari bahan Terung.  Terciptalah Dodol Terung, Manisan Terung, Nugget Terung, Leather Terung, dan Permen Terung.  Hasil penelitian Dr. Rifda dan Prof. Heras ini tidak sekedar berhenti menjadi hasil penelitian, akan tetapi melihat teknologi ini mudah diterapkan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, Dr. Rifda pun langsung melanjutkan penelitian menjadi pengabdian kepada masyarakat.  Beberapa kelompok masyarakat diberikan penyuluhan di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Memulai dengan 10 kelompok dari Desa Munggangsari dan desa-desa sekitarnya, masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan membuat berbagai produk pangan dari bahan terung ungu semakin banyak.

    

Berbekal pelatihan dan pendampingan yang terus dilakukan Dr. Rifda dkk dari Puslit Pangan, Gizi, dan Kesehatan LPPM UNSOED, masyarakat Grabag akhirnya bisa memproduksi berbagai produk pangan dari produk terung.  Semangat masyarakat semakin bertambah karena diberikan perlatan dan perlengkapan secara gratis hasil kerjasama UNSOED dengan PT ANTAM.

Hingga saat ini masyarakat sudah bisa memproduksi, melakukan pengemasan, dan menjual produknya sendiri.  Berbagai produk pangan dari terung ungu ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan secara langsung mengangkat perekonomian masyarakat.  Kaum ibu yang biasanya turut bertani di kebun, kali ini memiliki aktifitas sendiri di dapur mengelola industri kecil memproduksi berbagai produk pangan dari bahan terung ungu.  “Melihat masyarakat berhasil memproduksi dan memasarkan produk pangan dari bahan terung ungu, serta meningkatkan pendapatan mereka, menjadi kepuasan tersendiri bagi saya”, demikian Dr. Rifda menuturkan.

Humas Unsoed menyebutkan, apa yang sudah dilakukan oleh Dr. Rifda, Prof. Herastuti dan Tim Puslit Pangan, Gizi dan Kesehatan LPPM UNSOED ini semakin meneguhkan komitmen UNSOED sebagai Civic University.  Sebagai Universitas yang terus menerus memberikan sumbangsih ilmu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. (BNC/humas_unsoed/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.