Di Banyumas, 281 tewas akibat kecelakaan lalin selama 2011

Ditulis 01 Jan 2012 - 00:50 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Kapolres Banyumas, AKBP Untung Widyatmoko mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas (lalin) yang terjadi di Banyumas selama tahun 2011, mengalami peningkatan signifikan jika dibanding tahun 2010. Hingga 27 Desember 2011 kecelakaan lalin mencapai 1.037 kasus, sedangkan tahun 2010 hanya 152 kasus.

Menurutnya peningkatan ini disebabkan adanya kebijakan baru untuk melaporkan semua peristiwa kecelakaan baik kecil maupun besar. “Dulu, kapolres-kapolres takut dikatakan kinerjanya buruk jika angka kecelakaan di wilayahnya tinggi sehingga muncul `dark number`, yakni dengan tidak melaporkan kecelakaan kecil. Namun sekarang, semua kecelakaan harus dilaporkan,” kata dia menjelaskan.

Dari total kecelakaan yang terjadi selama tahun 2011 telah mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 115 orang luka berat, dan 1.420 orang luka ringan dengan jumlah kerugian material mencapai Rp. 1,51 miliar lebih.

Sementara kecelakaan selama tahun 2010 mengakibatkan 65 orang meninggal dunia, 41 orang luka berat, dan 160 orang luka ringan dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 727,6 juta. Menurut dia, seluruh kasus kecelakaan lalu lintas ini dapat diselesaikan.

Selain kecelakaan, tambahnya, selama tahun 2011 terjadi tren kenaikan pelanggaran lalu lintas sebesar 62 persen, yakni dari 21.912 kasus pada tahun 2010 menjadi 35.483 kasus. Kendati demikian, seluruh kasus pelanggaran lalu lintas ini dapat diselesaikan oleh jajaran Polres Banyumas. Pada tahun 2012 ini Polres Banyumas akan fokus pada razia kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK, yang dapat dilakukan tidak hanya di jalan-jalan, namun bisa dilakukan di tempat-tempat parkir.

“Kalau di razia di jalanan difokuskan pada kelengkapan kendaraan seperti lampu, pelat nomor, dan kemungkinan pengendara membawa senjata tajam, termasuk terhadap kendaraan yang knalpotnya menimbulkan kebisingan,” katanya di Purwokerto, Sabtu (31/12). (BNC/ist)

ilustrasi

Tentang Penulis

Leave A Response