17 Warga Purbalingga Mengidap ODHA

Ditulis 14 Des 2011 - 20:47 oleh Banyumas1

PURBALINGGA (BNC) – Kasus penderita ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) meningkat tajam sejak sejak tahun 2009. Data pada tahun itu terdapat 5 orang penderita, dan saat ini meningkat tajam hingga 17 orang penderita.

”Peningkatan penderita itu baik mencakup kasus suspek maupun HIV/AIDS,” kata Kepala Seksi Kesehatan Dasar dan Institusi Dinas Kesehatan, Purbalingga, dr. Retno Sri Haswati, ketika memberikan Sosialisasi Penanggulangan HIV – AIDS bagi pelajar di Ruang Rapat Ardilawet Kantor Setda Purbalingga, Selasa (13/12).

Dikatakan Retno, siapapun dapat tertular HIV/AIDS jika berperilaku yang beresiko. Penampilan luar bukan jaminan bebas HIV. Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa sehat. ”Jika belum melakukan tes HIV, orang dengan HIV positif tidak tahu bahwa dirinya sudah tertular HIV yang dapat menular kepada orang lain,” kata Retno.

Retno menjelaskan, HIV menular melalui menggunakan jarum suntik secara bergantian, bekas pakai dan tidak steril. Kemudian hubungan seks yang berganti-ganti pasangan serta dari ibu ke bayi melalui proses melahirkan dan menyusui. ”HIV tidak dapat menular melalui gigitan nyamuk atau serangga lain, bersalaman, memakai toilet bersama dan berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama,” tegas Retno.

Penularan HIV, lanjut retno, dapat dicegah dengan tidak melakukan seks bebas. Bersikap saling setia dengan pasangan. ”cegah juga dengan memakai kondom dan tidak menjadi pemakai narkoba suntik,” katanya.

Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM yang membuka acara tersebut mengemukakan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan saat ini lebih dari 26.400 orang mengidap AIDS dan lebih dari 66.600 orang telah dinyatakan positif HIV. Dari jumlah itu sebanyak 70 persen adalah generasi muda usia produktif.

”Karenanya saya menghimbau pada para generasi muda, fokuslah untuk meraih cita-cita di masa depan. Jangan hancurkan hidupmu dengan berperilaku resiko tinggi yang memungkinkan untuk terinfeksi HIV/AIDS,” pesan Wabup.

SElain Retno, ikut menjadi nara sumber dalam sosialisasi tersebut, Kurniasih Dwi P, M.Psi, Psi (RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga), R. Arifin Gunawan (Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup/LPPSLH Banyumas), dan Martinus Ujianto (Ikatan Penyuluh KB/IPEKB Purbalingga). Diskusi sosialiasi dipandu oleh Indaru Setyo Nurprojo, S.IP, MA (Unsoed). (BNC/lis)

Tentang Penulis

Leave A Response