Gerakan OBIT di Purbalingga Tanam Lebih 2 Juta Pohon

Ditulis 09 Des 2011 - 14:00 oleh Banyumas1

Gerakan OBIT di Purbalingga Tanam Lebih 2 Juta Pohon

PURBALINGGA (BNC)- Gerakan penanaman satu milyar pohon (One Bilion Indonesia Tress/OBIT) di Kabupaten Purbalingga berhasil menanam sedikitnya 2.003.708 batang pohon. Jumlah ini ditanam sejak 1 Pebruari 2011 hingga 31 Januari 2012 mendatang. Sasaran utama gerakan ini adalah di lahan kritis dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga Ir Lily Purwati mengatakan, sasaran gerakan OBIT meliputi lahan kritis pada hutan rakyat seluas 3.375 hektar, pemeliharaan hutan rakyat 275 hektar, pemeliharaan RHL kawasan konservasi/lindung 630 hektar, konservasi DAS Hulu TPH 228 hektar, dan konservasi DAS Hulu perkebunan 100 hektar.

”Sasaran lainnya berupa penghijauan fasilitas umum, kantor da sekolahan, turus jalan, serta hutan kota seluas 5,2 hektar,” kata Lily Purwati disela-sela pencanangan gerakan penanaman satu milyar pohon (One Bilion Indonesia Tress) di Desa Kaliori, Kecamatan Karangnyar.

Lily merinci, sumber dana gerakan OBIT antara lain berasal dari Rehabilitasi Hutan dan Lahan/RHL) kawasan konservasi/lindung sebanyak 48.867 batang, RHL DAK kehutanan 135.560 batang, Kebun Bibit Rakyat (KBR) 1,2 juta batang, hutan kota 2.310 batang, penghijauan lingkungan 120 ribu batang, reboisasi kawasan hutan dari Perhutani 62.468 batang, kinerja KBR 150 ribu batang. Kemudian konservasi DAS Hulu perkebunan 36.200 batang, konservasi DAS Hulu hortikultura 18.240 batang, Gerakan perempuan dan pelihara pohon 20 ribu batang, turus jalan 20.682 batang dan KBR swadaya 189.381 batang.

”Gerakan OBIT ini sebagai salah satu sarana edukasi, peningkatan kepedulian dan kemampuan serta kemandirian seluruh masyarakat akan pentingnya menanam dan memelihara pohon,” kata Lily.

Bupati Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si saat mencanangkan gerakan penanaman itu mengatakan, ada mainseat yang salah dari masyarakat ketika tidak menghijauan lapangan sebagai ruang terbuka hijau. Bupati mengajak masyarakat untuk menghijaukan lapangan atau alun-alun. ”Akan sangat sejuk jika saat upacara bisa dibawah rindanganya pohon. Jadi kami akan menggerakan masyarakat untuk menghijauakan lapangan dan alun-alun di kota Purbalingga,” kata Heru Sudjatmoko.

Bupati Heru mengungkapkan komitmen Pemkab terhadap kelestarian lingkungan. Pemkab juga telah bekerjasama dengan Unsoed Purwokerto untuk melakukan gerakan penanaman bambu di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Tanaman bambu dipilih karena mampu menahan laju abrasi sungai. ”Bentuk komitmen kami untuk pelestarian lingkungan adalah dengan meningkatkan lembaga pengelola lingkungan yang semula berupa kantor menjadi Badan Lingkungan Hidup,” katanya.

Bupati Heru juga mengajak warga masyarakat untuk menggerakan program ’SUSU’ yang artinya Sak Uwong Sak Uwit atau satu orang satu pohon. Jika dalam satu keluarga ada empat atau lima orang, makan satu keluarga bisa menanam sedikitnya empat atau lima pohon. ”Coba kalau seluruh warga Purbalingga menanam minimal satu pohon saja, maka Purbalingga akan hijau dan mampu memberikan manfaat di kemudian hari,” kata Bupati Heru. (BNC/tgr/har)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Yuno Delwizar Baswir 30/12/2011 pukul 17:31 -

    “Sak Uwong Sak Uwit.” Bagus! Gerakkan!

Leave A Response