Warga blokir jalur angkutan pasir besi

Ditulis 05 Des 2011 - 07:57 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
79
Dalam Tag

CILACAP – Kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki yang diduga akibat frewensi pengangkutan pasir besi yang makin ramai di jalur lintas selatan-selatan (JLSS), kembali menuai protes warga. Seperti terjadi pada aksi blokir jalan sepanjang 1,5 km di Desa Adireja, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah yang dilakukan warga sejak Sabtu (3/12) malam hingga Minggu (4/12).

Warga sudah hilang kesabaran karena JLLS di wilayahnya tidak kunjung diperbaiki. Aksi pemblokiran jalan dilakukan dengan cara menanam pohon pisang, menaruh pot di tengah jalan, serta batu-batuan. ksi itu mengakibatkan jalan hanya bisa dilalui satu arah. Truk-truk pengangkut pasir besi dilarang melintas, kecuali dalam keadaan kosong.

Upaya anggota Polsek Adipala dibantu Kepolisian Resor Cilacap menyingkirkan benda-benda yang menjadi penghalang tidak digubris warga. Mereka tidak gentar dan ketika polisi pergi warga kembali melakukan pemblokiran jalan.

Menurut warga, mereka sudah bosan dengan janji perbaikan jalan dan penertiban terhadap truk-truk pengangkut pasir besi yang bermuatan melebihi tonase. Kerusakan jalan telah banyak memakan korban kecelakaan. Selain itu perilaku ugal-ugalan truk pengangkut pasir besi telah mengakibatkan warga setempat ditemukan tewas setelah tertabrak truk. Sopir truk kini telah berhasil ditangkap dan sedang dalam proses di Polres Cilacap, setelah sebelumnya sempat kabur.

Jumlah truk pengangkut pasir besi saat ini memang cukup banyak di Cilacap. “Jumlahnya melebihi angkot, lihat saja di jalur selatan. Warga tidak menampik adanya lapangan kerja dengan adanya penambangan pasir besi ini, namun juga minta pemerintah memperbaiki kondisi jalan yang rusak”, kata Rosid (38) warga Adipala. (BNC/ln)

Tentang Penulis

Leave A Response