Dikeluhkan warga, kemacetan lalin mulai rambah Purwokerto

Ditulis 03 Des 2011 - 16:10 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Kemajuan suatu kota identik dengan kemacetan lalu lintas? Rupa-rupanya Purwokerto yang terus menggeliat membangun mulai merasakan dampak meningkatknya jumlah pemilik kendaraan baik motor maupun mobil. Warga mulai mengeluhkan tersendatnya arus lalu lintas di beberapa ruas jalan dan perempatan di tengah kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Misalnya saja sering tersendatnya arus lalu lintas antara perempatan Situmpur dan perempatan Srimaya. “Jarak traffick light yang sangat dekat antara perempatan Situmpur dan Srimaya menyebabkan kendaraan dari jalan S Parman menuju Kebondalem sering tersendat, lampu merah sudah hijau di perempatan Srimaya namun karena jarak yang mepet, kendaraan yang datang dari selatan harus berhenti di tengah perempatan Situmpur karena keburu kena merah, akibatnya kendaraan yang melintas di jalan Pramuka terhalang”, kata Stephen (32) warga Karangpucung yang sering melintas di daerah itu.

Kemacetan lebih meningkat pada jam keberangkatan anak sekolah dan pulang sekolah. “Apalagi kalau hujan mas, banyak pengantar anak sekolah yang menggunakan mobil, tambah parah kemaceta”, kata Agus (46) warga Pereng, yang menunjuk kemacetan di Jalan Raga Semangsang, akses menuju sekolah-sekolah favorit seperti SD Al-Irsyad, Bruderan dan Susteran.

Tersendatnya arus lalu lintas juga sering tampak di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan di sebelah barat Moro, di depan SMP Muhammadiyah Purwokerto. Pada jam anak sekolah berangkat, agak terurai karena ada polisi lalu lintas yang mengatur di situ. Namun pada hari libur tidak tampak ada petugas.

“Di satu pihak ini menunjukkan kesejahteraan warga meningkat, namun di sisi lain perlu pembenahan sebelum terlanjur parah, apalagi saya dengar sebentar lagi akan beroperasi hotel-hotel berbintang baru, pasti kota Purwokerto tambah ramai”, lanjut Agus karyawan swasta. (BNC/ISt)

Tentang Penulis

Leave A Response