Riset: Ibu habiskan 1.135 hari urus anak

Ditulis 22 Nov 2011 - 05:00 oleh Banyumas1

Surga ada di telapak kaki ibu, itulah pepatah yang kerap terdengar. Pepatah itu sepertinya tidak salah, karena menurut penelitian pun ibu memang termasuk orang yang sangat berdedikasi dalam mengurus anak dan keluarganya.

Dari penelitian yang dilakukan sebuah online shopping Milk and More terungkap, ibu menghabiskan waktu 27.250 hari sepanjang hidupnya untuk berbelanja, memasak dan membereskan rumah demi anak dan suami. Artinya ibu mendedikasikan 1.135 hari selama hidupnya.

Survei yang melibatkan 2.000 ibu juga mengungkapkan, berbelanja makanan merupakan aktivitas yang paling banyak menyita waktu ibu. Ibu menghabiskan 4.155 jam 49 menit selama hidupnya untuk melakukan kegiatan belanja tersebut.

Memasak, menyiapak sarapan dan makan siang menghabiskan waktu 2.180 jam dan 52 menit waktu ibu. Artinya ibu menghabiskan lebih dari 90 hari ibu selama hidupnya untuk melakukan kegiatan masak-memasak itu.

Melihat pada survei itu, tidak mengejutkan jika 3/4 ibu yang disurvei mengaku butuh tambahan beberapa jam agar mereka bisa menyelesaikan semua pekerjaan. 1 dari 10 ibu mengatakan mereka bahkan sampai mengerjakan bersih-bersih rumah dan membayar tagihan di malam hari. Hanya empat dari 10 ibu yang mengungkapkan mereka mendapatkan bantuan untuk membereskan rumah.

“Semua orang tahu ibu adalah tulang punggung keluarga. Tapi melihat bagaimana ibu menghabiskan waktunya mengurus keluarga, membuat semuanya jadi jelas. Seandaianya saja ibu mendapatkan bantuan untuk memasak, mereka bisa memiliki tambahan waktu untuk bermain atau bersenang-senang dengan anak,” urai juru bicara Milk & More, Andrew Kendall.

Salah satu cara agar ibu punya waktu lebih untuk dirinya sendiri dan anak adalah dengan berbagi tugas dengan suami. Berikut caranya agar Anda dan pasangan bisa saling berbagi pekerjaan rumah tanpa bertengkar:

1. Komunikasi

Dalam segala hal, komunikasi sangat penting, termasuk dalam pembagian pekerjaan rumah dengan suami. Diskusikanlah tugas apa yang akan menjadi kewajiban Anda dan kewajiban pasangan, apa hal yang membuat kurang disukainya dan tidak ingin dia kerjakan sehingga Anda berdua bisa berbagi tanggung jawab dengan adil.

2. Bergiliran

Ketika berdiskusi, ternyata ada pekerjaan yang tidak ingin Anda kerjakan dan begitupun dengan pasangan Anda. Untuk mengatasi keributan semacam ini, Anda bisa membagi tugas dengan bergiliran. Minggu ini, tugas tersebut menjadi tanggung jawab Anda, minggu depan menjadi tanggung jawab dia dan seterusnya.

3. Harapan Yang Realistis

Ketika Anda telah melakukan tugas dengan benar sementara menurut Anda, suami melakukan pekerjaannya dengan asal-asalan, ataupun sebaliknya, jangan langsung marah-marah. Kesempurnaan dalam melakukan pekerjaan bukan berarti segalanya dalam masalah ini, yang lebih utama adalah kedua belah pihak mau melakukan pekerjaannya sehingga harapan yang realistis sangat penting dalam masalah ini.

4. Membagi dan Mengalah

Berbagi tanggung jawab juga harus diikuti dengan toleransi untuk mengalah. Mengalah di sini bukan berarti Anda melakukan semua pekerjaan pasangan. Bisa saja pasangan yang mencuci baju, Anda yang menyetrika atau Anda yang menyapu, pasangan mengepel.

5. Belajar Untuk Hidup Dengan Sedikit Kekacauan

Seberapa rajinnya Anda dan pasangan membersihkan rumah, pasti kekacauan ataupun kotoran hadir di beberapa sudut. Walaupun Anda sangat ingin membersihkannya tiap saat, jangan jadikan hal tersebut fokus Anda karena hal-hal seperti ini kerap memicu pertengkaran. Sesekali biarkanlah buku-buku agak berserakn, rapikanlah ketika Anda punya cukup waktu dan jangan jadikan hal tersebut sebagai magnet yang bisa menimbulkan perdebatan antara Anda dan pasangan. (wolipop.com)

Tentang Penulis

Leave A Response