Angin puting beliung berpotensi serang tlatah Banyumas

Ditulis 14 Nov 2011 - 21:41 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Musim hujan yang disertai angin kencang perlu diwaspadai. Berbagai bencana akibat peristiwa alam ini mulai menimpa wilayah tlatah Banyumas. Pada Minggu (13/11) misalnya sebanyak 12 sepeda motor yang tengah diparkir di pelataran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo Purwokerto rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Hujan disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB telah mengakibatkan sebuah pohon besar yang berada di pelataran parkir rumah sakit terbesar di wilayah Banyumas tersebut tumbang hingga akar-akarnya dan sebuah pohon lainnya dahannya patah. Saksi mata mengatakan pohon yang tumbang maupun patahan dahan pohon lainnya langsung menimpa sepeda motor yang berada di tempat itu.

Menurut manajemen RSUD Margono Soekarjo, yang diwakili Direktur Chairuddin Nur, seluruh sepeda motor yang mengalami kerusakan akan diperbaiki oleh pengelola parkir.

“Kami telah meminta pengelola tempat parkir untuk memperbaiki seluruh sepeda motor yang rusak karena kendaraan-kendaraan tersebut telah diasuransikan,” katanya.

Selain di pelataran parkir RSUD Margono Soekarjo, hujan yang disertai angin kencang yang menerjang Purwokerto juga menumbangkan sejumlah pohon di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, dan Jalan Soeparjo Rustam, Sokaraja.

Di daerah lain Kabupaten Banyumas, hujan deras Minggu (13/11) juga mengakibatkan ruas jalan di Desa Baseh, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah amblas akibat tergerus hujan, hingga dua meter dengan panjang lima puluh meter. Amblasnya jalan ini membuat sejumlah kendaraan roda empat harus berbalik arah. Padahal, jalan ini selain akses menuju Desa Baseh dan Desa Semaya yang dikenal sebagai objek lokawisata alam, Batur Agung.

Sementara itu dari Banjarnegara dilaporkan, puluhan rumah di sejumlah desa terancam longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Desa rawan longsor tersebut terdiri Desa Sokaraja, Kalitlaga dan Gumingsir di Kecamatan Pagentan, serta Asinan (Kalibening).

Selain itu, Desa Cendana, Twelagiri, dan Argasoka (Banjarnegara), Pesangkalan, Gunungjati, Kebutuh Jurang, dan Gentansari (Pagedongan), Pasegeran (Pandanarum), Clapar (Madukara), Bondolharjo (Punggelan), serta Rejasari (Banjarmangu).

“Saat ini kami melakukan pemantauan intensif di empat desa yang sangat rawan longsor akibat rekahan tanah sisa musim hujan tahun lalu, yakni di Desa Kalitlaga, Gumingsir (Kecamatan Pagentan), Asinan (Kalibening), dan Cendana (Banjarnegara),” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Banjarnegara, Idris Amanullah di kantornya, Senin (14/11).

Potensi putting beliung

Sementara itu berdasarkan prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, angin putting beliung berpotensi terjadi di wilayah Jateng bagian selatan, dimana tlatah Banyumas menjadi bagian dari wilayah tersebut.

Menurut laporan tersebutr, peluang terjadinya angin puting beliung ini sangat besar jika cuaca pada pagi hari terlihat cerah dan disertai dengan pemanasan lokal yang intensif.

Pemanasan lokal yang intensif ini mengakibatkan pembentukan awan CB (Comulunimbus) yang sangat hebat dan angin kencang. Oleh karena itu, dihimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya angin puting beliung. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response