Umat Kristen Diminta Jangan Cengeng dan Takut Teror Bom

Ditulis 02 Okt 2011 - 21:59 oleh Banyumas1

PURBALINGGA (BNC) – Menyusul terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunthon, Solo, satu pekan lalu, jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga (Jateng) diminta untuk tidak takut akan munculnya teror bom. “Apakah saudara-saudara takut ketika hendak masuk ke gereja ? Apakah ada jemaat asing yang sekiranya membawa rangsel besar berisi bom?,” kata pendeta Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th, ketika memulai kotbah pada Perjamuan Kudus Sedunia di gereja setempat, Minggu (2/10).

Polisi juga nampak di depan pintu masuk gereja yang berada di jalan Jenderal Soedirman nomor 180 Purbalingga. Tidak seperti biasanya, polisi sejak pagi sebelum jemaat gereja berdatangan sudah berjaga-jaga di depan gereja. Tidak hanya di GKJ, polisi juga menjaga sejumlah gereja lainnya seperti Gereja Katholik, Gereja Kristen Indonesia, dan sejumlah gereja lain.

Rudiarto yang memimpin acara perjamuan Kudus Sedunia itu mengatakan, umat Kristen harus tetap kuat dan tidak mudah cengeng. Apalagi ketika menghadapi ancaman seperti teror bom. “Jangan mudah cengeng, jangan mudah mengeluh, karena ada Tuhan Yesus yang selalu melindungi umat manusia yang percaya,” kata Rudiarto.

Selain itu, Rudiarto juga mendoakan kepada para pelaku teror agar segera kembali ke jalan yang benar. “Perbedaan yang ada diantara umat, sejatinya jika saling saling menghormati dan bersatu, seperti indahnya pelangi. Hormatilah perbedaan yang ada. Berilah kesempatan kepada umat manusia untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing,” kata pendeta Rudiarto Budi Prasetyo.

Rudiarto menambahkan, Tuhan telah menjadikan kita sebagai pilihanNya untuk memuliakan namaNya di bumi. “Namun kitta tidak boleh menerimanya dengan pasif. Kita harus merespon ini dengan perbuatan nyata. Apabila kita tidak melakukan apa-apa maka akan si-sia. Siapapun boleh melakukannya dan akan diterimaNya,” tambah Rudiarto (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response