Petani kentang tak berdaya hadapi kentang impor asal China

Ditulis 28 Sep 2011 - 20:15 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Harga kentang terus merosot hingga kisaran Rp. 4.000 hingga Rp. 4.500,- menyusul maraknya kentang impor asal China yang beredar di pasaran. Harga sebesar itu jelas merugikan petani kentang, apalagi biaya produksi di musim kemarau ini meningkat karena ada biaya tambahan untuk mengairi areal pertanian kentang.

Menghadapi serbuan kentang impor tersebut petani kentang di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah – juga di kabupaten lain seperti di Kabupaten Brebes di Kecamatan Sirampog dan Paguyangan – jelas tidak berdaya. Karena itu, petani kentang dari Dieng berniat menggelar aksi demonstrasi di Jakarta nenuntut pemerintah menyetop impor kentang asal China. Mereka sudah menyiapkan 17 bus untuk membawa rombongan ke Jakarta.

“Kalau pemerintah tetap membolehkan impor kentang, harga kentang local akan terus mrosot, dan petani akan mengalami kerugian yang amat besar”,kata Sukamto (40) seorang petani kentang (28/09).

Saat ini banyak petani menunda panen menunggu harga membaik, namun hal ini beresiko serangan hama sehingga kualitas kentang memburuk. Bagi yang terdesak kebutuhan, terpaksa tetap memanen kentangnya. “Bagaimana lagi mas, lha kita harus membiayai hidup sehari-hari, belum harus membayar hutang bibit dan obat-obatan”, kata Sukamto lagi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Banjarnegara, Dwi Atmaji harga kentang lokal kalah bersaing dengan kentang impor asal China. Hal ini disebabkan karena produktifitas petani kentang di Dieng masih sangat rendah. Sebagai solusinya Pemkab sedang melakukan penangkaran bibit unggul kentang. Selain akan meningkatkan produktifitas, juga akan menekan biaya pembelian bibit yang selama ini didatangkan dari luar kota. Namun saat ini bibit unggul hasil penangkaran tersebut baru disitribusikan dan hanya mencangkau 15 persen kebutuhan. Luas areal pertanian kentang di wilayah dataran tinggi Dieng saat ini sekitar 2.500 hektare yang dapat menghasilkan sebanyak 10.000 ton kentang sekali panen. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response