Kuno, Tingkatkan Provit dengan Pangkas Kesejahteraan Karyawan

Ditulis 27 Sep 2011 - 18:50 oleh Banyumas1

PURBALINGGA (BNC) – Wakil Bupati Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM sangat mengecam perusahaan yang meningkatkan keuntungan dengan cara memangkas kesejahteraan karyawan. Menurutnya, semakin meningkatnya provit, semakin tinggi pula kesejahteraan karyawannya.

“Saya katakan, kalau ada perusahaan yang meningkatkan provit dengan cara memotong kesejahteraan karyawan itu kuno!!” tegasnya saat memimpin diskusi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja BUMD Kabupaten Purbalingga Semester I tahun 2011 di Ruang Ardi Lawet Setda Purbalingga, Selasa (27/9).

Dalam evaluasinya, Wabup memuji PD Owabong dan BPR Syariah Mitra Buana Perwira yang sukses melampaui target. Hanya saja, Wabup meminta agar PD Owabong memperoleh perhatian lebih mengingat saat ini banyak sekali kompetitor yang dengan berbagai inovasinya mampu menyedot pengunjung dari berbagai daerah.

“Owabong ini perlu perhatian lebih. Saya tahu menurunnya aset ini terkait dengan upaya Owabong melunasi berbagai hutang produktif dan memenuhi berbagai target. Tapi, mau tidak mau, harus terus meningkat wahana atau daya pikat lain agar tetap ramai pengunjung,” ujarnya.

Secara umum, semua perusahaan daerah milik Pemkab Purbalingga baik. Bahkan PD Purbalingga Ventura yang semula mengalami kerugian luar biasa, tahun ini menunjukkan geliat positif dengan lonjakan keuntungan hingga 170%, atau melebihi target. Dari target keuntungan Rp 6,7 miliar untuk semester awal ini, PD Purbalingga Ventura mencapai Rp 11,5 miliar. Padahal, dam semester yang sama tahun lalu masih menyisakan kerugian hingga Rp 557 juta.

Sebaliknya, PD BPR Artha Perwira menjadi satu-satunya perusahaan pemkab Purbalingga yang tidak menuai pujian Wabup. Pasalnya, bank yang asetnya 100% milik pemkab Purbalingga ini, mengalami penurunan hampir di semua aspek, mulai dari aset, dana masyarakat, pendapatan hingga laba sebelum pajak.

“Maaf, saya basicnya dari bank dan saya orangnya perfectionist. Saya belum terbiasa untuk memuji yang loss, saya hanya bisa memuji yang ada provit,” jelasnya.

Mendengar hal ini, Direktur Utama PD BPR Artha Perwira Untung Sugimas mengungkapkan klarifikasinya. Dibalik penurunan keuntungan, kata dia, ada hal positif yang terjadi di bank beraset Rp 3 miliar ini. Beberapa diantaranya mencakup pemenuhan target PAD, pengembalian modal ke pemkab, dan kesejahteraan karyawan.

“Seperti yang bapak sampaikan tadi, jangan sampai kita meningkatkan keuntungan dengan mengorbankan karyawan. Untuk kesejahteraan karyawan kami sudah sesuai peraturan, seperti gaji ke-13, THR hingga tunjangan-tunjangan lain yang diwajibkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wabup juga meminta para pimpinan dan pengawas BUMD untuk mampu memberikan warna pada perusahaannya dengan menjadikan diri sebagai orang no 1 yang pantas menjadi role model atau teladan bagi karyawannya. Disamping itu, orang no 1 di perusahaan milik Pemkab juga harus memiliki kemampuan (capability) dan tanggung jawab (responsibility).

“Maka itu, saya akan mengusulkan agar setiap direksi perusahaan pemkab itu harus diikutkan training agar wawasannya luas. Tidak puas dengan apa yang telah dicapai,” lengkapnya. (BNC/cie)
/

Tentang Penulis

Leave A Response