Kebutuhan Daging Untuk Lebaran Masih Harus Impor

Ditulis 25 Agu 2011 - 20:52 oleh Banyumas1

BANYUMAS-Stok daging sapi dalam negeri untuk lebaran hingga kini tidak mencukupi. Karena karena itu pemerintah masih harus mengimpor daging dari luar negeri khsusunya Australia. Pemenuhan kebutuhan daging ini diharapkan bisa menekan kenaikan harga di pasaran.

Meski sampai September stok daging sapi untuk kebutuhan lebaran bisa terpenuhi, namun sekitar 30 persen, pemerintah masih harus mengimpor dari luar negeri. Jika tidak, maka lebaran kali ini terjadi kelangkaan daging sapi sehingga memicu kenaikan harga yang drastis.

Menteri Pertanian (Menpan), Dr Ir Suswono,MMA, Kamis (25,08) siang mengunjungi lokasi pembibitan sapi di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) sapi perah Baturaden mengatakan, impor daging sapi dari negara australia tersebut terpaksa harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lebaran tahun 2011.

“ Pemerintah sendiri dengan mengandalkan sejumlah peternakan sapi hanya mampu tersedia sekitar 70 persen kebutuhan daging. Mmeski begitu kami telah melakukan pemantauan disejumlah pasar, menyatakan harga daging masih stabil sekitar 57 ribu perkilogram,” ujar Suswono.

Pada lebaran mendatang pemerintah mentargetkan, kebutuhan daging sapi bisa terpenuhi tanpa harus mengimpor.

Dalam kesempatan ini menteri melihat langsung di areal peternakan BBPTU Baturaden yang berisi 505 ekor sapi. Pada awal Desember mendatang direncanakan akan terjadi penambahan populasi induk sejumlah 110 ekor. Jumlah tersebut diperoleh dari APBN melalui importasi sapi Australia (BNC/nan).

Tentang Penulis

Leave A Response