Gakin Pengidap Kanker Asal Tetel Memilih Pasrah

Ditulis 25 Agu 2011 - 20:35 oleh Banyumas1

PURBALINGGA (BNC) – Rajem (75) memilih pasrah menikmati sisa hidupnya dengan kanker payudara yang telah bertahun-tahun dideritanya. Meskipun mengaku tak bisa tidur tengkurap dan terlentang, warga Desa Tetel Rt 10 Rw 5 Kecamatan Pengadegan ini menolak bantuan operasi pengangkatan tumornya yang sebesar buah pepaya.

“Sampunlah, mboten napa-napa….wis tuwa ikih (Sudahlah, tidak apa-apa…sudah tua),” ujarnya pasrah.

Janda Alm Sanmuksi ini mengaku telah merasa ada yang tidak beres di tubuhnya sejak 30 tahun lalu setelah melahirkan anak terakhirnya. Pada mulanya hanya muncul benjolan sebesar biji jagung di sekitar ketiaknya. Meskipun tidak terlalu sakit, Rajem sebenarnya sedikit terganggu dalam beraktivitas sehari-hari.

Semakin lama benjolan semakin membesar, terutama setelah suami tercinta berpulang 15 tahun kemudian. Sejak beberapa tahun terakhir, pihak desa telah menindaklanjuti hingga kecamatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga untuk operasi gratis bagi nenek yang menempati gubug beralas tanah ini. Tapi, Rajem bergeming.

“Menawi kula dioperasi mangke sinten ingkang nenggoni? Lha wong anak kula sami tebih (Kalau saya dioperasi, nanti siapa yang menunggui? Lha wong anak saya jauh-jauh),” tuturnya pelan.

Rajem kini hidup seorang diri di dalam gubug yang sama-sama renta. Satu-satunya kerabat terdekat hanyalah seorang anak tiri yang berdiam tak jauh dari gubugnya. Anak-anaknya yang jauh secara bergiliran memasok kebutuhan sehari-hari nenek yang sudah kurang pendengarannya ini.

Bantuan TP PKK Kabupaten Purbalingga

Sebagai tanda tali asih, TP PKK Kabupaten Purbalingga menyumbangkan uang senilai Rp 750 ribu dan bingkisan sembako kepada Rajem. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Ny Sudarli Heru Sudjatmoko didampingi para pengurus TP PKK Kabupaten lainnya dan disaksikan oleh Camat Pegadegan dan perangkatnya serta Kades Tetel dan istrinya.

“Bantuan ini terserah penggunaannya pada Bu Rajem. Mau buat berlebaran monggo…mau buat berobat monggo. Bantuan yang tidak seberapa, tapi ini bentuk perhatian Pemkab Purbalingga kepada penderitaan hidup Bu Rajem,” jelas Sudarli. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response