Antisipasi Kebakaran Hutan, Wabup Pimpin Apel Siaga

Ditulis 24 Agu 2011 - 19:27 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhanendrianto MM, Rabu (14/8) memimpin apel siaga antisipasi kebakaran hutan dan musim kemarau tingkat kabupaten Purbalingga. Apel dipusatkan di kawasan hutan pinus di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, diikuti para petugas Polisi hutan, karyawan Perhutani, penyuluh kehutanan dan instansi terkait.

Wabup meminta antisipasi kebakaran hutan tidak berhenti pada acara seremonial saja. Namun tindakan antisipatif perlu dimantapkan menjadi tekad segenap elemen masyarakat. Pemerintah Daerah, Perum Perhutani, Desa dan Masyarakat, utamanya yang tinggal dikawasan hutan diminta merapatkan barisan dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan. ”Yang terpenting, harus ada kesadaran, semangat kebersamaan dan pelibatan masyarakat secara nyata. Disamping itu, perlu dilakukan koordinasi antar instansi terkait. Termasuk adanya sosialisasi berkelanjutan melalui media yang tepat,” ungkap Wabup Sukento.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga Ir Lily Purwati mengungkapkan, apel siaga dimaksudkan untuk untuk menyatukan persepsi, langkah dan tindakan serta koordinasi dan konsolidasi antara aparat dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan dalam penanganan terjadinya kebakaran hutan.

”Pengamanan antisipasi kebakaran hutan dimaksudkan pula untuk mencegah meluasnya titik api dari lokasi kebakaran di petak 38 yang masuk wilayah Brebes,” kata Liliy Purwanti.

Seperti diketahui, hutan lereng Gunung Slamet (3.428 m dpl) sudah terbakar sejak Sabtu (20/8) malam. Hutan Gunung Slamet yang terbakar dan hingga kini masih menyala berada di petak 38 Resort Pemangku Hutan (RPH) Moga, KPH Pekalongan Barat.

Dibagian lain Lily Purwati mengungkapkan, luas hutan yang masuk wilayah Purbalingga termasuk hutan di lereng Gunung Slamet seluas 14.592 hektar. Sementara luas hutan rakyat 30.539,68 hektar. Dia mengungkapkan, dalam rangka antisipasi kebakaran hutan, jajaranya telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan, para pendaki gunung dan penyiapan personil PAM antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

”Petugas PAM KPH Banyumas Timur juga telah membuat sekat bakar atau jalur kuning untuk menghindarkan kawasan hutan dari titik api. Ini juga salah satu upaya agar kebakaran di petak 38, tidak menjalar ke RPH Serang yang masuk wilayah KPH Banyumas Timur,” tambah Lily.

Apel siaga ditandai dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan penyerahan bantuan langsung masyarakat (BLM) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan antara lain diberikan kepada kelompok tani pelaksana pembangunan kebun bibit rakyat (KBR) 2011 sebanyak 24 unit bernilai Rp 1,2 juta, Klomtan pelaksana rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 2.250 hektar. Kemudian klomtan pelaksana pengelolaan lahan dan air (PLA) sebanyak 36 unit dan klomtan pelaksana gerakan peningkatan produksi pangan berbasis koorporasi (GP3K) Perum Perhutani Banyumas Timur sebanyak 687 kg benih jagung bagi 8 klomtan.

”Selain itu juga diserahkan bantuan program APBN bidang perkebunan untuk pengembangan embung, konservasi lahan perkebunan dan irigasi tanah dangkal,” pungkas Lily Purwati. (BNC/har/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response