Dinakkan Terjunkan Petugas Periksa Kualitas Daging Sembelihan

Ditulis 24 Agu 2011 - 10:15 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakkan) Kabupaten Purbalingga akan menerjunkan 20 petugas untuk memeriksa proses penyembelihan dan kualitas daging di 18 kecamatan sehari menjelang lebaran. Para petugas ini diantaranya para dokter hewan, petugas lapangan pemeriksa RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dan Kepala Dinakkan beserta para kepala bidangnya.

“Nanti 20 petugas ini akan disebar ke 18 kecamatan, dan dua lainnya yaitu saya dan salah seorang kabid, akan berkeliling,” ujar Kepala Dinakkan Ir Hartono saat menghadiri Pembukaan Pasar Murah TP PKK Purbalingga di Kompleks Gelora Goentoer Darjono, Selasa (23/8).

Para petugas akan memeriksa kesehatan ternak yang akan disembelih dan kualitas daging hasil potongannya. Jika diketahui ternak yang akan disembelih berpenyakit atau kualitas daging yang buruk, petugas akan melarang daging tersebut dikonsumsi.

“Biasanya penyakit yang paling sering muncul itu cacingan. Kalau untuk jenis yang umum asal tidak banyak dan dimasak sematang mungkin, masih bisa dikonsumsi. Tapi aalu memang tidak layak, missal cacingnya luar biasa banyak, atau kena antraks, jelas tidak boleh dikonsumsi,” jelasnya.

Namun, sejauh ini, Purbalingga termasuk kabupaten yang aman dari ancaman penyakit antraks. Di Purbalingga juga tidak pernah terjadi kasus daging glonggongan maupun ayam rendaman sebagaimana daerah-daerah lain yang sering dipublikasikan di media masaa. Meski demikian, kewaspadaan terhadap munculmnya daging tak layak itu tetap harus dilakukan dengan mengenal lebih jauh cirri-cirinya, seperti daging yang terlihat basah, tidak segar dan meneteskan air ketika digantung.

Harga Naik

Sementara itu, Hartono juga mengatakan harga ternak dan ikan sudah mengalami kenaikan sejak H-10 lalu. Harga daging sapi misalnya, yang semula hanya Rp 60ribu/kg kini telah mencapai Rp 65ribu/kg. Untuk harga Ikan Gurame, juga sudah mulai mengalami peningkatan. Jika selama Ramadhan masih di kisaran Rp 20 ribu/kg, sejak H-10 sudah mencapai Rp 25ribu/kg. Hartono memperkirakan semakin dekat ramadhan nanti, snagat mungkin harga terus meningkat meskipun selisihnya tidak terlalu banyak.

Mengenai pengalaman masuknya ikan gurame dari luar kota yang harganya jauh di bawah rata-rata petani Purbalingga tawarkan, Hartono mengaku tidak khawatir hal ini akan menyisihkan petani lokal. Pasalnya, kini masyarakat sudah banyak memahami kualitas ikan gurame Purbalingga masih tetap terbaik karena pakan yang dikonsumsi ikan sangat berkualitas, bukan sekedar limbah kotoran ternak tanpa pengolahan. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response