Medali Perak UMKM untuk Bupati Djasri

Ditulis 19 Agu 2011 - 19:36 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT meraih penghargaan medali perak dari Gubernur Jateng berkait dengan keikutsertaannya dalam lomba Keberpihakan Bupati terhadap Pemberdayaan UMKM. Penghargaan tersebut diterima Bupati saat upacara peringatan HUT Jateng dan pencanangan Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila dan Basis Pembangunan, bertempat di halaman Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. Demikian penjelasan dari Kepala Dinas Indagkop dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Drs. Susetyono, MM, Jumat (19/08) di kantornya.
Lomba ini, lanjutnya, diikuti oleh 35 Bupati dari seluruh Kabupaten di Jawa Tengah. Evaluasi pertama menghasilkan 10 Kabupaten. Dan pada evaluasi kedua tinggal 5 Bupati dari kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Jepara, Kabupaten Semarang dan Demak. Di dalam evaluasi terakhir ini, lanjutnya, upaya pembinaan UMKM oleh Bupati dikategorikan dalam kelompok madya sehingga memperoleh perak. “Dari kelima Bupati secara simbolis penyerahan penghargaan diterimakan kepada Bupati Demak yang menduduki peringkat tertinggi” katanya.
Secara definisi, kata Susetiono, criteria UMKM sebenarnya sangat luas karena menyangkut banyak aspek dari mikro sampai menengah. Batasan mudahnya, lanjutnya, adalah semua skala usaha yang kekayaan bersihnya paling banyak Rp 50 juta sampai dengan usaha menengah dengan skala tertinggi Rp 10 Milyar.
“Di dalam hal pembinaan UMKM, Banjarnegara mengutamakan pembinaan pada Usaha Kecil dengan asumsi diantaranya adalah jumlah kegiatan dan usahanya banyak dan tersebar, banyak menyerap tenaga sekitar, menggunakan sumber daya local dan hasilnya langsung dirasakan masyarakat” katanya
Pada umumnya, lanjutnya, permasalahan yang berkaitan dengan UMKM binaan adalah permodalan, Sumber Daya Manusia dimana penguasaan pengetahuan dan keterampilanya rendah, minimnya penguasaan teknologi atau peralatan, dan lemahnya akses pemasaran. Untuk membantu permasalahan Disindagkop UMKM sering mengadakan bantuan modal, kursus-kursus keterampilan dan bantuan peralatan. “Total rata-rata bantuan pemerintah bagi pemberdayaan UMKM tiap tahunnya berkisar pada anggaran Rp 500 juta” katanya.
Terpisah, Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT, mengaku gembira dengan predikat yang diraihnya. Menurutnya, itu sudah upaya maksimal dalam tiga tahun penyelenggaraan lomba ini. “Capaian tahun ini terhitung lebih baik dari tahun kemarin yang meraih juara III” katanya.
Berkait dengan promosi kegiatan pemberdayaan UMKM yang ditempuh oleh Gubernur Bibit ini, kabupaten Banjarnegara sangat mendukung dan sudah lama menempuhnya. Sudah sejak lama sebelum Propinsi menetapkan, Pemkab sudah memulainya dengan mewajibkan penggunaan Batik Gumelem bagi karyawannya sebagai pakaian dinas dari hari Rabu sampai dengan Sabtu.
Upaya lain yaitu promosi produk UMKM di berbagai event, baik dari event local, regional maupun nasional. Selain itu, lanjutnya, upaya kecil lain yaitu snack rapat menggunakan produk UMKM. Sedangkan dalam skala lebih besar, penyediaan ruang dan kompetisi yang lebih sehat juga kita perhatikan. “Pembatasan jumlah Mall di Banjarnegara juga merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemberdayaan UMKM” pungkasnya. (BNC/ebr).

Tentang Penulis

Leave A Response