Purbalingga Tunda Keluarkan Ijin Pasar Modern

Ditulis 18 Agu 2011 - 12:53 oleh Banyumas1

PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan, pihaknya terpaksa mengerem dan menunda pemberian ijin pendirian pasar modern. Kebijakan yang dilakukannya sebagai upaya membenahi dan melindungi pasar tradisional dan memberikan kesempatan kepada usaha mikro kecil menengah.

“Kebijakan saya bukan untuk gagah-gagahan, bukan pula untuk maksud lain, tetapi untuk melindungi dan memberikan peluang usaha mikro, kecil dan menengah,” tegas Bupati Heru dalam malam resepsi peringatan HUT ke-66 proklamasi kemerdekaan RI di Pendopo Dipokusumo, Rabu (17/8) malam.

Hingga saat ini, di Purbalingga telah ada sedikitnya 51 mini market. Jumlah itu terdiri dari 33 buah Alfamart, 12 Indomart dan 6 buah mini market umum. Mereka beroperasi berdasarkan ijin yang dikeluarkan Bupati terdahulu.

Menurut Heru, selama satu tahun menjabat, ada pengajuan pendirian pasar modern dan mini market. Namun pihaknya berpendapat jika pasar modern tersebut sudah termasuk kategori mandiri dan disisi lain harus ada kebijakan melindungi UMKM. Oleh karenanya, kebijakan yang ditempuh lebih mengarah pada perlindungan pasar tradisional dari ancaman pasar modern. “Jika pemerintah tidak melindungi pedagang pasar tradisional, maka pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah tidak akan berhasil,” kata Bupati Heru.

Dibagian lain Bupati Heru menyatakan, prioritas yang dilakukannya dalam memimpin Purbalingga bersama wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto, diawali dengan reformasi birokrasi. Bentuk kongkretnya melalui pembenahan kelembagaan, kemudian pembenahan sumber daya manusia (SDM) aparatur Pemda, dan kemudian pembenahan sistem. “Kami terus mengupayakan pembenahan ini, dan selanjutnya melangkah ke program-program lain, dengan dukungan SDM yang terkonsolidasi,” kata Heru.

Program-program lain yang dibenahi melalui revitalisasi yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pertanian. “Tak lupa pula kami mengembangkan investasi untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.,” kata heru.

Program yang tak kalah penting yakni, pemberdayaan keluarga miskin. Dan didukung pula dengan pembenahan infrastruktur yang meliputi jalan, jembatan, irigasi, gedung sekolah dan infrastruktur lain.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Heru juga mengungkapkan, ketika awal memimpin Purbalingga dengan suasana prihatin. Namun setahap demi setahap berbagai pihak mulai dari jajaran birokrasi, legislative dan seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat RT sehingga tercipta susasana seperti saat ini. “Susana milik kita bersama. Jika yang kita terima suasana gembira ya kirta rasakan bersama, begitupun sebaliknya,” katanya.

Bupati Heru juga mengumpamakan, dirinya diberi amanah memimpin Purbalingga ibarat memimpin sebuah barisan. Jika barisan tersebut berhasil, merupakan keberhasilan barisan secara bersama-sama. “Namun, jika ada hal yang tidak berhasil, atau gagal, itu menjadi tanggungjawab kami yang berada di depan. Itulah resiko kami yang didepan,” kata Bupati Heru. (BNC/har).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Tirtokencono 24/08/2011 pukul 14:18 -

    halo mas redaksi, dimana ya saya dapat mencari komunitas anak muda banyumas di jakarta…/
    terima kasih.
    salam.

Leave A Response