Wanita Gelandangan itu ‘Mengganggu’ Upacara Kemerdekaan RI

Ditulis 17 Agu 2011 - 15:22 oleh Banyumas1

SENYUM PERJUANGAN: Suparmi (67), wanita Gepeng yang diusir dari lokasi Upara Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto, Rabu (17/08), karena dianggap mengganggu (foto:tia/BNC)


“Garuda pancasila, akulah pendukungmu, paktriok prokmalasi sedia berkobar untukmu”, itulah bait lagu Garuda Pancasila yang syairnya dinyanyikan dengan salah oleh seorang wanita tua. Jika dia menyanyi ditempat yang tepat, tak jadi masalah. Namun wanita ini menyanyi saat suasana mengheningkan cipta pada upacara memperingati Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto,Rabu (17/08).

Karuan saja, peserta upacara langsung beralih perhatian ke wanita tersebut. Melihat gelagat yang kurang baik, sejumlah petugas buru buru mendekati wanita tersebut.
SOPAN: Polisi dengan sopan meminta Bu Suparmi meninggalkan lokasi upacara (foto:tia/BNC)
“Nuwun sewu bu nuwun sewu jangan menyanyi disini. Sedang ada upacara,” ujar petugas Lantas Polres Banyumas yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Bukannya pergi, wanita yang mengaku bernama Suparmi (67), warga Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat ini malah ngomel. Sambil mengumpat petugas yang mengusirnya, wanita ini terus membunyikan alat music kecrek yang dibawanya.

Menurut Suparmi, dia ingin menyumbangkan lagu untuk memperingati upacacara tersebut. “ Saya mau ikut mereyakan tujuhbelasan sambil ngamen dengan lagu ini, supaya dapat uang, ujar Suparmi. Namun karena dianggap mengganggu petugas tetap mengusirnya. Setelah diberi uang dua ribu perak, wanita yang mengaku pernah ikut berjuang ini akhirnya pergi.

Ibu Suparmi mungkin saja dulu adalah salah seorang pejuang wanita. Tetapi kehadirannya di moment itu dianggap tidak tepat. Mungkin saja Bu Suparmi sekedar ingin mengenang masa lalunya dengan menyanyikan lagu perjuangan, agar dia tetap bersemangat menjalani profesi sebagai gelandangan. Semoga tak ada mantan pejuang yang terlantar di negeri ini (tia hasan-purwokerto)

Tentang Penulis

Leave A Response