Stres, Akibat Himpitan Ekonomi, Seorang Pria Menabrakan diri ke Kereta

NABRAK KERETA: Tubuh korban yang tewas akibat menabrak kereta sedang dievakuasi warga dan polisi (foto: puh/BNC)
BANYUMAS-Tekanan ekonomi sering membuat orang menjadi gelap mata dan lupa diri. Setidaknya itulah yang dilakukan Usmanto (30) warga Desa Linggasari Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Diduga akibat tekanan ekonomi terlebih mendekati lebaran, dia nekad mengakhiri hidup dengan menabrakan diri di rel kereta api.

Tidak ada yang menduga jika Usmanto bakal mengakhiri hidup cengan cara tragis. Laki laki yang baru beberapa bulan menikah ini Rabu (17/08) siang sengaja menyediakan tubuhnya untuk digilas roda kereta yang melintas di jalur desa Beji kecamatan Kedungbanteng Banyumas. Akibatnya , tubuh korban terpotong potong menjadi beberapa bagian.

Menurut sejumlah saksi mata, sebelumnya korban diketahui mengendarai motor dan melintas di jalan raya yang bersebelahan dengan rel kereta api. Tiba tiba, korban menghentikan motornya dan langsung berlari ke arah rel.

“ Ketika saya dan warga lain ke sini menemukan tubuh sudah remuk terlindas kereta. Rupanya mungkin sengaja menempatkan leher dan kaki tepat di besi kereta, sehingga bagian tubuh itu terpotong potong,” ujar Agus, saksi mata warga setempat.

Polisi menemukan sepedamotor yamaha vega yang masih terparkir di pinggir jalan. Di lokasi kejadian juga ditemukan helm yang sempat dilepas , sebelum korban berbaring di rel kereta.

Menurut pihak keluarga , korban dalam beberapa hari terakhir sering terlihat menyendiri. Hal tersebut diduga akibat himpitan ekonomi, terlebih mendekati lebaran. namun mereka tidak diduga jika korban memilih mengakhiri hidup dengan cara tragis seperti itu (BNC/puh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.