Sinta Nuriyah Wahid Ajak Masyarakat Purbalingga Cintai Keberagaman

PURBALINGGA– Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan keberagaman baik agama, suku maupun ras seharusnya menjadi sebuah kekayaan sekaligus kekuatan bagi Bangsa Indonesia. Kenyataannya, kata dia, yang terjadi kini justru sebaliknya. Perbedaan disikapi dengan perpecahan dan fenomena saling menjatuhkan.

“Perpecahan, saling skpetis dan saling menang sendiri justru akan menjadikan bangsa ini lemah dan mudah dijajah, mudah dipecah belah,” tegasnya saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kultural dan Buka Puasa Bersama di Masjid Jami’ Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Muhammad Cheng Hoo di Desa Selaganggeng Keecamatan Mrebet, Sabtu (6/8).

Sinta mengajak masyarakat Purbalingga mencintai keberagaman, karena keberagaman itu juga datangnya dari Allah. Seharusnya, kata dia, semakin takwa seseorang semakin mencintai kedamaian dan menghargai perbedaan.

“Puasa itu tujuannya untuk menjadikan seorang mukmin menjadi muttaqin atau orang yang bertakwa. Takwa itu bukan semata ibadahnya, tapi juga hubungannya dengan sesama,” jelasnya.

Masjid Cheng Hoo an PITI

Kehadiran Sinta Nuriyah menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan Masjid Jami PITI Muhammad Cheng Hoo semakin bergairah. Ketua PITI Purbalingga, Herry Susetyo atau yang dikenal dengan panggilan Wa Kong berobsesi menjadikan masjid yang baru diresmikan 5 Juli lalu ini sebagai pusat pembelajaran Islam terutama untuk warga Tionghoa.

“Saya sengaja memaksakan diri agar masjid dibangun dulu, untuk mempermudah kami-kami berkumpul. Karena kawan-kawan itu orangnya sibuk sekali sama bisnisnya, kalau tidak ada sarana berkumpul hanya di rumah salah satu anggota PITI, jarang maunya. Jadi kapan belajarnya?” ujarnya diikuti anggukan Ketua PITI Banyumas R Ngt Susilowati (Liem Gwat Tien) yang berdiri di sampingnya.

Menurut Herry, jumlah Muslim Tionghoa di Purbalingga ada sekitar 130-an orang yang tersebar di 18 kecamatan. Sayangnya yang aktif berkumpul dan mengikuti bimbingan/ pengajian hanya sekitar 40 orang. Itupun harus dijemput satu per satu.

Saat Lebaran nanti, kata Herry, PITI Purbalingga akan mengadakan silaturahim atau halal bi halal di masjid yang mirip bangunan Klentheng ini. Jika tidak ada halangan, dia sangat ingin menyelenggarakan silaturahm anggota PITI se-eks Karesidenan Banyumas di masjid yang diberi nama seperti seorang tokoh Tionghoa menyebar Islam di Indonesia, Muhammad Cheng Hoo. (BNC/cie)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.