Bupati Heru Kecewa, Tambal Jalan Gunakan Tanah

Ditulis 20 Jul 2011 - 08:49 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si, Selasa (19/7) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek fisik perbaikan jalan dan jembatan. Bupati melakukan pengecekan secara detail dan langsung mengkonfirmasikannya kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Sigit Subroto, MT yang ikut mendampinginya. Bupati mengaku kecewa ketika meninjau pekerjaan pemeliharaan jalan Bancar – Jatisaba. Jalan yang berlubang tidak ditambal dengan pasir dan aspal, tetapi justru menggunakan tanah.

“Terus terang saya kecewa dengan pekerjaan pemeliharaan jalan Bancar – Jatisaba. Penambalan lubang jalan digarap sembarangan,” kata Bupati Heru.

Kepada pelaksana pekerjaan, Joni, Bupati meminta disampaikan kepada direktur CV-nya agar segera mengganti tanah yang hanya digilas stoom walls. Joni sempat berkilah jika yang digunakan untuk menambal adalah pasir urug.

Mendapati jawaban tersebut, Bupati Heru langsung memerintahkan agar jalan yang sudah ditutup dengan tanah atau pasir urug agar dibongkar seluruhnya dan diganti dengan campuran pasir aspal. “Saya tidak meminta yang macam-macam, tapi kerjakanlah sesuai dengan kontraknya. Jika memang tidak sesuai kontrak, saya perintahkan untuk putus kontrak,” tegas Bupati Heru.

Ketika melakukan pengecekan, Bupati Heru mendapat keluhan langsung dari warga masyarakat desa Jatisaba. Warga mengadukan, kenapa jalan berlubang tidak ditutup dengan aspal, tetapi malah dengan pasir urug yang justru lebih banyak mengandung tanah. “Kepripun niku pak Bupati, dalan bolong malah ditambal lemah, kan dados becek (Bagaiamana itu pak bupati, jalan berlubang malah ditambal dengan tanah. Kan malah becek,” keluh seorang warga kepada Bupati dan rombongan.

Menurut Bupati, jika kontraktor bekerja mencari untung, ya wajar. Tapi, jika hanya tanah di-slender, ini sudah sembarangan. “Esih sanggup kerja ora (masih sanggup kerja tidak?),” kata Bupati setengah bertanya.

Ditegaskan Bupati, pekerjaan perbaikan jalan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Jika hasilnya tidak baik, kan nama Bupati yang ikut dipertaruhkan. “Saya harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat. Sama-sama orang Purbalingga, mbok brayan lah, saling menjaga,” kata Bupati Heru.

Bupati Heru juga meminta masyarakat yang dekat lokasi pekerjaan pemeliharaan jalan untuk saling mengawasi. “Jika memang tidak sesuai, segera dilaporkan lewat DPU,” kat,” kata Bupati Heru.

Bupati juga mengultimatum, hari bitu juga seluruh tanah yang digunakan untuk menutup diganti sesuai dengan yang tertera pada kontrak. “Nanti saya cek lagi, saya tahunya harus beres,” pinta Bupati.

Atas temuan tersebut, Kepala DPU Sigit Subroto langsung memerintahkan sejumlah pekerja untuk menghentikan aktifitasnya. Tanah yang digunakan untuk menutup lubang segera dikeluarkan dan diganti dengan pasir sesuai yang tertera dalam kontrak.

DItambahkan Sigit, pekerjaan pemeliharaan jalan Bancar – Jatisaba senilai Rp 702.988.000,-. Pemenang lelang sebagaimana ditetapkan sebelumnya adalah CV Duta Kartika dengan direktur Atik Darojatik. Namun, temuan dilapangan, sebagaimana keterangan pelaksanaan, pemilik CV yang menggarapnya adalah Agus Yatiman. “Saya minta direktur CV untuk segera datang ke DPU,” kata Sigit Subroto.

Selain dibuat kecewa dengan pekerjaan pemeliharaan jalan Bancar – Jatisaba, Bupati Heru juga sempat mempertanyakan pengecoran jalan lingkar utara tepatnya di sisi barat lampu trafigh light Bojanegara. Pekerjaan pengecoran ini merupakan bagian pekerjaan pemeliharaan berkalan jalan Purbalingga – Kalitinggar. Bupati Heru mendapati pengecoran yang tidak sempurna. Masih banyak lobang disana-sini. Selain itu, pekerjaan selokan airnya juga dirasa kurang. Campuran semen terlalu sedikit dan bangunan mudah hancur.

Sejumlah lokasi proyek yang ditinjau lainnya seperti pembangunan trotoar Jalan tentara pelajar, pemeliharaan jalan Gambarsari – Jompo senilai senilai Rp 569.492.000,-. Pemeliharaan jalan Gambarsari – Jetis senilai Rp 526.900.000,- pelebaran jembatan Kali gemuruh ruas jalan lingkar Kalikabong – Sirongge senilai Rp 545.831.000,- . dan pemeliharaan jalan Soekarno – Hatta senilai Rp 548.548.000,- . (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response