Profesionalisme Dibutuhkan Untuk Kelola RSUD

Ditulis 16 Jul 2011 - 11:55 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Bertempat di Aula Lantai III RSUD Banjarnegara,
kemarin, Wakil Bupati Drs. Soehardjo, MM yang sekaligus juga Ketua Dewan Penyantun RSUD memberikan pengarahan dalam kegiatan Bintek Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD, Anggota Badan Penyantun dan Pimpinan Manajemen RSUD. Arahan Wabup menekankan pada pentingnya pelayanan dan profesionalisme dalam pengelolaan sebuah Rumah Sakit.
Mengawali arahannya Soehardjo mengatakan bila dikaitkan dengan opini masyarakat terhadap RSUD maka kesimpulanya adalah diperlukan kerja keras untuk meningkatkan citra RSUD di hadapan masyarakat. Seringkali masyarakat belum tahu kondisi sebenarnya tapi masyarakat sudah langsung menilai kurang pelayanan RSUD dibanding pelayanan di RS Swasta akibat anggapan buruk yang terlanjur diterima sebagai suatu kebenaran
Secara tegas Soehardjo membantah anggapan miring sebagian masyarakat yang mengatakan banyak orang tidak mau berobat ke RSUD. Menurutnya, pendapat ini tidak benar. Di dalam beberapa kali kunjungan ke RSUD, Soehardjo mengaku selalu menjumpai pasien kondisi layanan rawat inap yang selalu penuh. Sehingga membuat sejumlah pasien yang datang belakangan dimintra mengantri atau disarankan untuk berobat ke rumah sakit lainnya. “Jadi, tidak benar kalau dikatakan orang tidak mau berobat lagi ke RSUD.” katanya.
Menyinggung berbagai upaya manajemen dalam rangka menampikan citra baru RSUD, Soehardjo menegaskan bahwa peningkatan status RSUD dari Type tertentu meningkat menjadi type yang lebih tinggi memang penting. Akan tetapi, lanjutnya, ada hal yang lebih penting lagi yaitu peningkatan mutu layanan.
Secara umum, katanya, masyarakat tidak tahu apakah RSUD itu Rumah Sakit tipe C, B, ataupun A. Mereka hanya tahu Rumah Sakit yang baik adalah jika mereka ke Rumah sakit dapat dilayani dengan baik, ramah, cepat, disertai dengan tempat yang bersih.”Ini mengartikan, pelayanan yang baik menjadi kunci utama sebuah rumah sakit. Tidak peduli tipe Rumah Sakitnya apa” katanya.
Berkait dengan Bintek Pola Pengelolaan keuangan, Soehardjo menyatakan dapat memahami upaya yang ditempuh RSUD untuk menerapan pola keuangan yag fleksibel dengan menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas. “Dengan catatan, meskipun pengelolaan anggaran dijadikan fleksibel, pengawasan tetap tidak bisa ditinggalkan” katanya.
Pembicara dalam kegiatan ini, Direktur Keuangan RSUD Dr. Moewardi Solo Syahrudin Hamzah menjelaskan pengertian BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. “Diharapkan penerapan BLU ini dapat menjadi contoh konkrit dari penerapan manajemen keuangan berbasis pada kinerja” katanya.
Menurutnya salah satu hal yang menyumbang lahirnya opini miring terhadap RSUD adalah adanya kekakuan di sejumlah regulasi sehingga membuat manajemen sulit untuk berkreasi dalam mengatasi hal tersebut. Diantaranya adalah regulasi yang menghambat aturan-aturan keuangan. Misalnya dalam hal anggaran dalam penerapanya di lapangan yang kaku. Padahal untuk memudahkan manajemen dalam pengembangannya diperlukan pengelolaan anggaran yang fleksibel. “Karena itu dengan masuknya Rumah Sakit sebagai BLU peluang untuk mengelola anggaran yang fleksibel semakin terbuka.” katanya.
Peluang ini, lanjutnya, secara khusus menyediakan kesempatan bagi Rumah Sakit untuk membedakanya dari fungsi pemerintah sebagai regulator dan penentu kebijakan. Dengan pola pengelolaan keuangan BLU, fleksibilitas diberikan dalam rangka pelaksanaan anggaran, termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengadaan barang dan jasa. “BLU juga memberikan kesempatan untuk memperkerjakan tenaga professional non PNS serta kesempatan pemberian imbalan jasa kepada pegawai sesuai dengan kontribusinya” urainya.
Sementara itu, Direktur RSUD Banjarnegara drg. Puji Astuti, M. Si, menjelaskan bila semua persyaratan administrasi dan teknis dapat dirampungkan pada akhir bulan Juli ini, direncanakan pada bulan Agustus nanti Bupati sudah dapat menetapkan bahwa RSUD Banjarnegara telah menerapkan PPK BLU. “Efektif diberlakkan PPK BLU untuk APBD 2012” katanya (BNC/ebr)

Tentang Penulis

Leave A Response