Pemerintah Takut Hadapi Nazaruddin

Ditulis 15 Jul 2011 - 11:50 oleh Banyumas1

Yogyakarta – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr A Syafii Ma’arif menilai, pemerintah seperti takut terhadap Nazaruddin, buron kasus korupsi wisma atlet Sea Games 2011. Ketakutan itu karena banyak pejabat dan tokoh dari Partai Demokrat yang terlibat maupun menikmati hasil korupsi itu.

“Kalau saja pemerintah berani, kasus Nazaruddin tak akan berkembang menjadi seperti sekarang ini,” ungkap Buya Syafii, di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), usai menghadiri peresmian ‘JK School of Government’. Kamis (14/7).

Nazaruddin telah ditetapkan sebagai tersangka dan kabur ke luar negeri sehari menjelang dicekal. Ia semula kabur ke Singapura pada Senin (23/5). Namun dari Singapura jejaknya lenyap dan kini belum diketahui di negara mana ia bersembunyi dari incaran KPK.

Syafii menyatakan, Nazaruddin telah bersumpah di Singapura tentang siapa saja yang menerima uang yang ia korupsi. Hal itu menakutkan para pihak yang terlibat dan menikmati hasil korupsi dia karena Nazaruddin mengancam akan membongkar semua nama yang terlibat jika suatu saat ditangkap penegak hukum.

“Jadi, kasus ini sebetulnya nggak sulit. Masalahnya, berani atau nggak,” kata Syafii.

Parpol Benteng Koruptor
Sementara itu mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan, partai politik jangan sampai dijadikan benteng bagi kader partainya yang melakukan korupsi.

Kalla menyontohkan saat dirinya memimpin Golkar, kader Golkar yang terlibat korupsi sejak awal harus diberhentikan dari kepengurusan dan didorong untuk diporoses hukum. Sikap tegas partai sangat penting karena partai harus bisa menjaga kepercayaan konstituen dan rakyatnya. Jangan sampai partai menjadi benteng para kadernya yang terlibat korupsi.

Menyinggung efektivitas kerja KPK dan Polri dalam menegakkan kasus suap wisma atlet, Kalla menyatakan, tergantung seberapa cepat mereka bisa menangkap dan memproses hukum Nazaruddin. Dari segi anggaran, nilai proyek sudah relatif kecil nilainya, jika makin dikurangi dengan success fee untuk keperluan pihak-pihak yang berjasa, maka nilai anggaran pelaksanaan projek makin mengecil.

Tindakan Nazaruddin, kata Kalla, sangat membahayakan anggaran negara dan citra partai. Karena itu semakin cepat kasus itu diproses, akan semakin bagus pengaruhnya bagi kepemimpinan bangsa,” kata Kalla. (BNC/tg)

Tentang Penulis

Leave A Response