Gembong Narkoba asal Nepal Segera Disidang di Cilacap

Cilacap – Surya Bahadur Tamang alias Kiran Alias Boski alias david (34), gembong narkotika warga negara Nepal, Kamis (14/7) digelandang tim anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap (Jateng). Lelaki yang biasa dipanggil Boski itu didampingi pengacaranya, Togi Silaen dan Hotahoyan, diminta menandatangani berkas-berkas pelimpahan, yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Cilacap untuk disidangkan dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya, Boski dibawa oleh BNN ke Jakarta, terkait kasus Narkoba, di mana ada orang yang mengaku mendapatkan narkoba dari Boski. Namun belakangan setelah orang itu ditemukan, bukan Boski yang dimaksud, dan akhirnya Boski dikembalikan lagi ke Cilacap. Rabu (13/7), Boski dalam perjalanan dari Jakarta, tiba di stasiun kereta api Purwokerto menggunakan Kereta Api (KA) Argo Dwipangga. Perjalanan menuju Cilacap dilanjutkan dengan kendaraan. Meski tidak diborgol namun Boski yang mengenakan jaket kulit hitam berkaos biru muda dan bercelana pendek jeans warna biru dikawal ketat sejumlah anggota BNN.
Tersangka Kiran alias Bosky merupakan salah satu anggota jaringan sindikat narkotika internasional.Kiran merupakan terpidana 20 tahun dalam kasus narkotika. Ia ditangkap pada 10 Februari 2002. Setelah melalui proses hukum, ia dijatuhi hukuman oleh PN Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2002. Ia dipindahkan ke Nusakambangan pada Juni 2007.
Tetapi ketika saat menjadi narapidana di LP Nusakambangan, dia diduga masih mengendalikan jaringan perdagangan narkotika dari dalam sel. BNN melalui Satgas Operasinya pada awal tahun 2011 berhasil membongkar jaringan perdagangan narkotika internasional. Salah satu yang ditangkap adalah Kiran alias Bosky yang ada di LP Pasir Putih Nusakambangan. BNN berhasil menyita uang tunai sekitar Rp 4 miliar dan sabu seberat 4,1 kilogram
Jaksa Penuntut Umum Kejari Cilacap yang menangani kasus Boski, yakni Eko Bambang Marsudi mengemukakan, dalam kasus barunya ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ay 1 pasal 137 huruf a dan b Undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal 3, Pasal 4, pasal 5 UU Rp no 8 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
“Secepatnya, berkas kasus Boski akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Cilacap untuk segera disidangkan,” ujar Eko Bambang Marsudi.
Menyusul dilimpahkannya berkas Boski, berarti dalam sepekan ini BNN sudah melimpahkan 11 orang tersangka dugaan penyalahgunaan narkotika dan pencucian uang ke Kejaksaan Negeri Cilacap. Pertama dilimpahkan sebanyak 10 orang atas nama Marwan Adli dan Hartoni cs, dan Kamis (14/7) kasus yang membelit Boski. (BNC/tg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.