Prostitusi Marak

KEBUMEN – Pada tahun 2011, di Kabupaten Kebumen ditemukan 14 kasus Pekerja Seks Komersil , sementara tahun sebelumnya ditemukan 48 kasus PSK yang semuanya telah dilakukan tindakan hukum. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Fenomena Prostitusi, yang berlangsung di Hotel Candisari, Karanganyar, Selasa ( 10/5). Selain menyikapi situasi dan kondisi saat ini, seminar juga untuk mengkaji ulang sejumlah Perda tentang Prostitusi yang dimiliki Kabupaten kebumen, yaitu Perda Nomor 6 6Tahun 1973 tentang Pemberantasan Pelacuran di Jalan dan Perda Nomor 7 Tahun 1973 tentang Penutupan Rumah Tempat Pelacuran.

Seminar dibuka oleh Asisten II Sekda Kebumen drh H Djatmiko sedangkan sebagai nara sumber adalah dari unsur kesehatan , praktisi hukum, tokoh agama (MUI) dan eks pelaku/germo. Moderator dari Satpol PP Kab. Kebumen, Kasi Pembinaan Umum dan Penegakan Perda. Selain melibatkan instansi terkait, seminar juga merangkul tokoh agama/masyarakat, LSM, Perguruan tinggi, dan Ikatan Paguyuban Hotel dan Restoran.

Sebagai realitas sosial, prostitusi dianggap mengganggu ketenteraman masyarakat ataupun pemerintah setempat. Oleh karena itu, beberapa daerah telah membuat peraturan yang melarang praktik pelacuran. Kab. Kebumen telah memberlakukan dua perda terkait dengan pelacuran yaitu Perda Nomor 6 Tahun 1973 tentang Pemberantasan Pelacuran di Jalan dan Perda Nomor 7 Tahun 1973 tentang Penutupan Rumah Tempat Pelacuran.

Upaya penghapusan prostitusi sudah mendesak dilakukan. Selain fenomena prostitusi tersebut, juga perlu diwaspadai perilaku seks bebas yang mengarah pada perbuatan mesum di beberapa tempat umum di Kab. Kebumen. Seperti di alun-alun Kebumen, Stadion, maupun obyek-obyek wisata lainnya. (BNC/tg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.