Penganut Ahmadiyah di Jateng 5.625 Orang

Ditulis 23 Apr 2011 - 19:35 oleh Banyumas1

Purbalingga – Penganut jamaah Ahmadiyah Qadiyan di Jateng saat ini diperkirakan mencapai 5.625 orang. Jumlah penganut ini diklaim oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng terus berkurang seiring dengan sikapnya yang mulai kembali ke Islam yang sebenarnya. Jumlah terbesar berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara yakni mencapai 1.680 orang. Jumlah terkecil di Kabupaten Brebes yakni 30 orang. Sementara di 17 kabupaten/kota dari 35 kabupaten/kota se-Jateng tidak terdata jumlahnya.
Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jateng Prof DR Ahmad Rofiq mengungkapkan, pengikut Ahmadiyah sebenarnya ada dua kelompok yakni Lahore dan Qadiyan. Namun yang dimaksud fatwa MUI adalah Ahmadiyah Qadiyan. Ahmadiyah Lahore idak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, tetapi hanya sebagai mujaddid (pembaharu).
“Ahmadiyah Qadiyan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Kitab atau buku Tadzkirah yang disusun diyakini sebagai wahyu, dilakukan dengan mengutip-ngutip Al-quran, tetapi ditambah-tambah dan diakui sebagai wahyu,” kata Ahmad Rofiq.
Dikatakan Ahmad Rofiq, MUI sebenarnya telah dua kali mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah Qadiyan adalah sesat dan menyesatkan. Fatwa dikeluarkan tahun 1980 dan 2005. MUI juga sudah menghimbau agar pengikut Ahmadiyah kembali ke agama yang benar.
“Sudah ada Peraturan Bersama Menteri, tetapi implementasinya di lapangan masih belum efektif, dan menyimpan ‘bara’ yang setiap saat dapat memicu konflik horizontal dan tindakan anarkhis,” kata Ahmad Rofiq yang juga guru besar Ilmu Hukum pada IAIN Walisongo Semarang.
MUI, lanjut Ahmad Rofiq, sudah beberapa kali berkomunikasi dan berusaha menyadarkan pengikut Ahmadiyah Namun mereka tetap menyatakan karena sudah menjadi keyakinan mereka tetap mempertahankan apa yang diyakininya. “Saya sempat menyampaikan setelah pulang dari debat dengan saya dan melakukan sholat istighfar (taubat), kembalilah ke agama Islam yang benar. Namun mereka juga menyampaikan hal yang sebaliknya, meminta saya untuk sholat istighfar dan menganut Ahmadiyah,” kata Ahmad Rofiq. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response