Jemaat Gereja Doakan Pelaku Terorisme

Ditulis 22 Apr 2011 - 14:30 oleh Banyumas1

PIURBALINGGA – Meski ada ancaman bom terhadap sejumlah gereja, namun jemat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga (Jateng), dalam kebaktian Jum’at Agung (22/04/2011) justru mendoakan para teroris. Doa dipimpin oleh pendeta setempat Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th. Doa dimaksudkan agar para pelaku teroris terbuka mata hatinya dan kembali ke jalan yang benar. Selama kebaktian berlangsung, penjagaan ketat dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI.

Rudiarto mengemukakan, pelaku terorisme yang selama mengancam di Indonesia termasuk kepada umat Kristiani hendaklah dapat dibukakan pintu mata hatinya. Mereka dapat memahami sebuah pluralisme (kepelbagian) yang ada di masyarakat. ”Meskipun mereka melakukan pengeboman, umat Kristen jangan berkecil hati, apalagi takut. Meski gereja akan rusak, tetapi gereja yang ada di hati umat Kristen tak akan runtuh dan rapuh oleh encaman bom sekalipun,” ungkap Rudiarto.

Kebaktian yang diikuti sekitar 2.000 jemaat mengambil tema ’KasihNya Menjulang Nyata’. Materi kotbah mengambil bacaan dari kitab Yohanes 19 ayat 1 -19 dan ayat 42. ”Kasih Tuhan yang begitu besar membuat umat manusia tidak akan menyerah, meski dibawah tekanan dan tantangan kehidupan duniawi. Kasih Tuhan justru semakin besar dan berkembang pada anak-anak Tuhan. Gereja juga akan tumbuh di hati masing-masing manusia, sehingga tak akan hilang meski jemaat harus menghadapi ancaman bom sekalipun,” kata Rudiarto.

Sementara, menyusul ancaman bom di Gereja Kathedral Serpong, Tanggerang, pihak kepolisian memerintahkan untuk pengamanan seluruh gereja-gereja menjelang kebaktian wafatnya Tuhan Yesus (Jum’at Agung), hingga kebaktian Paskah (Kebangkitan Yesus), Minggu (24/04/2011). Pengamaan juga dilakukan di sejumlah gereja-gereja di Purbalingga (Jateng).

Kapolres Purbalingga AKBP Drs Roy Hardi Siahaan usai mengikuti kebaktian bersama keluarga, Jum’at (22/04/2011) juga melakukan pemantauan disejumlah gereja-gereja. Gereja yang dipantau meliputi Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Katholik, yang keseluruhannya berada berada di jalan Jenderal Soedirman Purbalingga. Sejumlah gereja lainnya juga mendapat perlakuan yang sama.

Kapolres Roy Hardi mengatakan, pengamanan gereja-gereja dimulai hari Kamis (21/04) hingga perayaan Paskah usai, Minggu (24/04) lusa. ”Kami perintahkan kepada pasukan yang diterjunkan untuk pengamanan gereja ini melakukan penggeledahan kepada pengunjung gereja yang dinilai mencurigakan,” kata Kapolres.

Dikatakan Kapolres, pasukan yang diterjunkan agar bekerja sama dengan pengurus gereja sehingga akan bisa mengetahui secara pasti jemaat gereja dan pengunjung bukan jemaat. Kapolres tak segan-segan memerintahkan kepada pengunjung yang membawa tas besar atau berpakaian jaket yang mencurigakan untuk diperiksa.

”Kalau jemaat membawa buku kitab suci, tidak perlu diperiksa. Tetapi kalau ada pengunjung gereja yang memakai jaket dan pakaian besar yang dinilai mencurigakan segera digeledah,” kata Kapolres kepada anak buahnya yang tengah berjaga di GKJ Purbalingga.

Kapolres menambahkan, jika ada kiriman paket yang mencurigakan dan pihak pengurus ghereja tidak mengetahui alamat pengirimnya, Kapolres memerintahkan agar paket itu jangan dibawa masuk kedalam gereja. ”Paket mencurigakan agar dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih jauh,” tambah Kapolres. (py)

——————

Tentang Penulis

Leave A Response