Yesus ‘Disalib’ di Gereja Katedral Purwokerto

TRAGIS: Yesus diarak,disiksa dan kemudian disalib. Begitu terlihat tragis dalam Dramatisasi Penyaliban Yesus yang ditampilkan Remaja Gereja Katedral Purwokerto 22 April 2011 (foto:nan/BNC)

PURWOKERTO-Banyak cara dilakukan untuk memperingati wafatnya Isa Almasih. seperti yang dilakukan sebuah gereja di Purwokerto Jawa Tengah, Jumat (22/04). Di tempat ini digelar dramatisasi penyaliban Yesus kristus. kisah tragis yang dikemas dengan budaya Banyumasan ini membuat para jemaat terharu dan menangis.
DITANGISI: Meski hanya minidrama, namun kematian Yesus ditiang salib ditangisi para jemaat Gereja Katedral Purwokerto (foto:nan/BNC)

Adegan ini bukan dengan ala Romawi, namun menggunakan budaya Banyumasan, mulai dari pakaian hingga iringan musik.

Adegan dimulai dari halaman gereja, dengan mengarak Yesus menuju tempat penyaliban. Dalam dramatisasi yang melibatkan 8 pemain ini ditampilkan betapa kejamnya orang orang yang tidak percaya pada Yesus saat itu.

Sementara ratusan jemaat Gereja Katedral ini mengikuti dari belakang adegan demi adegan hingga masuk dalam gereja.

Para jemaat terlihat haru saat adegan Yesus menjalani penyaliban. Beberapa diantaranya tak bisa menahan tangis melihat Yesus yang dianggap sebagai anak Allah itu disiksa.

Menurut Susdiono,panitia, dramatisasi ini sengaja dilakukan dengan menggunakan budaya Banyumasan, selain supaya masyarakat menghargai budayanya sendiri, juga agar makin mencintai agama yang dianutnya.
“ Kami hanya latihan 6 hari, Tapi anak anak remaja disini sangat bersemangat sehingga acara bias sukses,” ujar Susdiono (BNC/cat)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.