BNPB Bantu Pemkab Banjarnegara 490 juta

Ditulis 22 Apr 2011 - 10:06 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Deputi II Direktur Penanganan Darurat Direktur Bidang Tanggap Darurat Noerhayati, bertempat di Ruang Tengah Rumah Dinas Bupati, Kamis (21/04) menyerahkan bantuan untuk pembangunan relokasi 26 KK yang terkena bencana di desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan sebesar Rp 490 juta. Bantuan dalam bentuk cek tersebut diserahkan langsung oleh Noerhayati kepada Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT. “Saya harapkan bantuan ini dipergunakan sebagaimana mestinya” kata Noer saat penyerahan.

Menurut peruntukannya, lanjutnya, uang bantuan tersebut dipergunakan untuk membangun rumah penduduk yang direlokasi karena bencana longsor di Kalitlaga. Dan mengacu pada pelaksanaan pembangunan komplek pemukikan relokasi di kawasan bencana Merapi, Noer mengharapkan pembangunan komplek pemukiman relokasi di Kalitlaga dapat diselesaikan dalam waktu 1 bulan. “Secara standar, rumah hunian sementara dan fasilitas MCK sudah terbangun, berikut jalan pemukiman, fasilitas listrik, rumah ibadah dan balai pertemuan” katanya.

Berkait dengan pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan, lanjutnya, Ia tidak hanya akan menerima laporan tertulis setelah pengerjaan selesai, akan tetapi dalam waktu tiga bulan mendatang Ia bersama Tim BNPB akan kembali lagi meninjau langsung lokasi relokasi untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan dan memverifikasinya. “Ini bukan pemeriksaan, hanya memastikan penggunaan data bantuan sesuai peruntukan” katanya.

Djasri menyambut baik langkah tanggap darurat yang dilakukan oleh BNPB ini. Menurutnya, ini seperti hal yang tak terduga. Sementara pemerintah daerah kesulitan anggaran berkait dengan biaya relokasi pengungsi bencana longsor Kalitlaga dan mengajukan permohonan ke Propinsi, justru usulan tersebut dengan cepat ditanggapi langsung oleh BNPB. “Kami berterima kasih atas kesigapan BNPB dalam memenuhi aspirasi. Karena makin cepat tertangani, makin baik bagi rakya kami yang terkena bencana” katanya.

Menurut Djasri, bencana longsor yang terjadi di Kalilaga ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2003 menyebabkan 51 rumah rusak, tahun 2008 menyebabkan 43 rumah rusak dan di tahun 2011 ini 26 rumah rusak. “Penangangan bencana pada tahun-tahun sebelumnya dapat teratasi oleh Pemkab bekerja sama dengan PLN dalam hal ini PT. Indonesia Power” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Dwi Suryanto, S. Sos melaporkan akibat bencana longsor di Kalitlaga telah menyebabkan 26 KK kehilangan rumah atau kurang lebih 198 jiwa. Setelah diperoleh kesepakatan adanya relokasi, 15 KK kemudian menyatakan keinginannya untuk ikut relokasi karena merasa terancam bahaya longsor susulan. “Ditambah hari ini dengan adanya permintaan 5 KK lagi yang menghendaki relokasi, maka secara perhitungan ada 46 KK yang siap direlokasi” katanya.

Berkait dengan pemberian bantuan dari BNPB yang bagi 26 KK yang direlokasi, Dwi menjelaskan bahwa pemberian bantuan tersebut memang diperuntukan bagi mereka yang rumahnya hancur. Sementara bagi 20 KK yang rumahnya terancam longsor, sedang diupayakan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Propinsi. “Akan tetapi di lahan relokasi, kita telah menyiapkan lahan bagi 46 KK” katanya. (BNC/ebr)

Tentang Penulis

Leave A Response